PAMEKASAN, Limadetik.com – Kepolisian Resort (Polres) Pamekasan hingga kini belum bisa menangkap tiga pelaku pemerkosaan dari 4 tersangka,  terhadap gadis dibawah umur bernama l Mawar (bukan nama sebenarnya) warga asal dusun Bajur Desa Tlonto Rajeh, Kecamatan Pasean.

Lambannya pengungkapan kasus tersebut, membuat Mawar (korban) bersama orang tuanya dan keluarga mendatangi Mapolres Pamekasan untuk meminta para pelaku segera di tangkap.

“Kami ke sini tidak lain meminta pihak Kapolres untuk secepatnya menangkap ketiga pelaku yang sampai saat ini masih menjadi buron,” terang IB, orangtua korban, Jum’at (20/4/2018) siang.

Menurut IB, putrinya hingga kini belum mau masuk sekolah kembali akibat kejadian tersebut. Ia menjelaskan, Mawar (nama samaran) masih malu untuk bertemu dengan teman-temannya di sekolah.

“Anak kami belum mau masuk sekolah kembali, katanya belum siap bertemu dengan teman-teman sekolahnya,” katanya, menjelaskan.

Ia juga meminta dengan tegas agar pihak kepolisian secepatnya menangkap 3 pelaku yang sudah merusak masa depan anaknya, serta diberikan hukuman yang seberat-beratnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Pamekasan AKP Hari Siswo Suwarno mengaku kesulitan untuk meringkus 3 pelaku pemerkosaan yang terjadi pada Minggu, (31/3/2018) lalu tersebut.

“Sampai sekarang kami belum mendapatkan info yang pas tentang keberadaan buron tersebut, akan tetapi kalau sudah ada titik terang pasti kami akan kesana,” ungkapnya, Kepada keluarga Mawar, saat menanyakan perkembangan kasus itu, di bagian Satreskrim Pamekasan.

Sebelumnya, pihak kepolisian telah menetapkan 4 tersangka pelaku pemerkosaan yang menimpa Mawar. Polisi baru menangkap 1 orang pelaku, sementara 3 tersangka lainnya berstatus buron alias masuk daftar pencarian orang (DPO).

“Kami mohon doa dan bantuannya kepada masyarakat, bila mengetahui keberadaan pelaku, agar segera melapor kepada kami, kami juga berupaya semaksimal mungkin untuk bisa menangkap mereka,” tandasnya.

(arf/yd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here