Nasional

Berkat Orang Pintar Seorang Pemulung Ditemukan Tewas Gantung Diri

×

Berkat Orang Pintar Seorang Pemulung Ditemukan Tewas Gantung Diri

Sebarkan artikel ini
IMG 20180719 222651

BANJARMASIN, Limadetik.com — Firasat buruk yang dialami oleh David Simson (67) warga Sungai Lumbah Beringin, Alalak, Kabupaten Barito Kuala selama beberapa hari ini akhirnya terjawab usai dirinya menemukan sang anak, Muhammad Anwar (40) tergantung diseutas tali dalam keadaan tak bernyawa. Kamis (19/7/2018).

Pria paruh baya itu menuturkan, sebelum kejadian korban sempat menelepon dirinya agar segera pulang kerumah karena ada hal penting yang ingin korban bicarakan.

“Saat itu saya lagi di Muara Taweh. Tapi baru sehari di rumah dan belum sempat ngomong sudah kejadian seperti ini,” kata David kepada awak media.

Sebelum kejadian, korban terakhir meninggalkan rumah pada hari Rabu (18/7/2018) pukul 08.00 Wita. Namun sampai malam hari korban tak kunjung pulang hingga membuat David khawatir.

“Dan malam itu juga saya bersama keluarga langsung mencari almarhum hingga larut malam, tapi belum ketemu juga,” ungkapnya.

Pencarian korban akhirnya terhenti usai David mendapat petunjuk dari orang pintar perihal keberadaan korban.

“Ujar habib dia masih dalam lokasi TPA Basirih, tapi kalau ketemu jangan kaget ya,” cerita David menirukan perkataan orang pintar.

Memang korban selama ini bekerja sehari-hari sebagai pengepul barang bekas dan biasa mencari nafkah di Pembuangan Sampah (TPA) Jalan Gubernur Soebarjo Kelurahan Basirih, Banjarmasin Selatan.

“Saya tidak mengetahui persoalan apa yang membuat anak saya akhirnya nekat mengakhiri hidupnya dengan cara seperti itu,” tangis David.

Sementara itu, Kapolsek Banjarmasin Selatan Kompol H. Najamuddin Bustari, SE melalui Kanit Reskrim IPTU Sisworo Zulkarnain menuturkan, kejadian tersebut terjadi pada Kamis (19/7/2018) siang sekira pukul 15.00 WITA.

Warga setenpat melaporkan korban yang dikenal sebagai pemulung nekat menghabisi nyawanya sendiri dengan cara gantung diri.

“Ya benar, kapolsek yang datang langsung ke TKP disebuah pondok ditengah TPA Basirih menemukan korban telah meninggal dunia dalam posisi terlentang dengan tali masih terjerat di lehernya,” ujar Sisworo kepada Limadetik.com.

Dikatakannya, pada awalnya pria asal Marabahan itu ditemukan tergantung oleh orang tuanya sendiri.

“Korban pertama kali ditemukan oleh keluarganya yang memang sejak sehari sebelumnya sudah mencari keberadaan korban,” tutur Sisworo.

Lanjut Sisworo, saat korban ditemukan, dia menggunakan kaos lengan panjang warna coklat, celana warna biru, Topi warba merah Serta Tali plastik warna putih panjang sekitar 2 meter yang masih terjerat dileher korban.

“Tindakan kepolisian mengamankan TKP, mencari saksi-saksi, mencari bukti, dan mengirim jenazah ke rumah sakit untuk dilakukan visum,” pungkasnya. (edoz/rd)