PT Pulau Garam Dukung Konkurs Perkutut di Sumenep, Sepeda Listrik Jadi Hadiah Utama
LIMADETIK.COM, SUMENEP – Dukungan terhadap komunitas penghobi burung perkutut di Kabupaten Sumenep diwujudkan melalui penyelenggaraan Konkurs Seni Suara Alam Burung Perkutut Latber PT Pulau Garam Cup 2026. Ajang ini dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 1 November 2026, dengan hadiah utama satu unit sepeda listrik.
Owner PT Pulau Garam, Rausi Samorano, turut mendukung kegiatan yang menjadi wadah kompetisi sekaligus mempererat persaudaraan di kalangan penghobi burung perkutut tersebut.
Konkurs yang didukung PT Pulau Garam Djaya (PG Group) ini akan digelar di Lapangan Kalabe’en, Kecamatan Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep, tepat di depan Gedung KIHТ. Perlombaan dimulai pukul 07.00 WIB hingga selesai.
“Ini adalah bagian dari upaya mendorong kegiatan komunitas yang tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga menjunjung sportivitas, kebersamaan, dan persaudaraan antarpeserta” katanya, Minggu (18/10/2026)
Rausi menyatakan, dalam event ini, panitia membuka empat kelas perlombaan, yakni dewasa bebas, piyik bebas, piyik yunior, dan piyik hanging. Para peserta akan beradu kualitas burung perkutut dalam kompetisi yang diharapkan berlangsung meriah.
“Selain menjadi ajang unjuk kualitas burung, kami juga menyiapkan satu unit sepeda listrik sebagai hadiah utama serta berbagai doorprize menarik lainnya. Tiket perlombaan ditetapkan sebesar Rp100.000” ungkapnya.
Ketua pelaksana, Zahilal, bersama Ketua Pengda P3SI Sumenep, Matsin, serta Ketua Pengcam Guluk-Guluk, Nouviel, turut terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.
“Panitia mengajak para penghobi burung perkutut, baik dari Sumenep maupun daerah lain, untuk berpartisipasi dan meramaikan konkurs tersebut” ujar Zahilal.
Zahilal lantas membeberkan Informasi pendaftaran dapat diperoleh melalui Moh. Rifki di nomor 085259831403.
“Latber PT Pulau Garam Cup 2026 diharapkan menjadi momentum memperkuat jejaring komunitas perkutut sekaligus menghidupkan kegiatan hobi yang mengedepankan sportivitas dan persaudaraan” pungkasnya.
Penulis : Wahyu
Editor : Wandi








