Tidak Semua Orang Takut “Hantu”

- Penulis

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sulaisi Abdurrazaq

Sulaisi Abdurrazaq

Tidak Semua Orang Takut “Hantu”

Oleh: Sulaisi Abdurrazaq
_______________________________________

OPINI – RAJA HANTU itu senior, rekan sejawat, sekaligus mentor. Saya tidak pernah takut, karena dia sebenarnya manusia, meski ingin terkesan hantu.

Dalam menjalankan tugas profesi, termasuk di ruang digital, saya tidak pernah menggunakan akun hantu. Karena saya berani mempertanggungjawabkan pendapat saya, tanpa muter-muter.

Kali ini, Raja Hantu tampak emosional, pukulannya tidak fokus, padahal biasanya tangguh. Saya melihat dia lemah. Olahan bahasanya campur-aduk, antara hukum, emosi, iri dan kesal.

Dalam kasus penggelapan kapal milik almarhum Sulaiman, Raja Hantu tampak maksa agar saya, sebagai Penasehat Hukum Sayyidah, mengikuti reasioning hukumnya.

Hantu menilai pendapat saya keliru dalam merumuskan isu hukum. Saya tidak mau, karena menurut saya Raja Hantu menyusun logika “sesat”, berusaha “menghalalkan” ahli waris lainnya menjual harta warisan tanpa persetujuan seluruh ahli waris.

Saya tetap yakin, perbuatan yang demikian itu penggelapan. Seharusnya Hantu menerima perbedaan. Jangan emosi dan ngawur. Sellow bro!.

Seperti yang saudara lihat. Hantu memaksakan diri, bahkan dengan teknik propaganda. Cara itu tidak mempan bagi saya, karena itu ilmu yang saya serap dari dirinya sejak lama. Saya amalkan.

Baca Juga  Indonesia Konoha : Sekedar Humor Atau Krisis Nasionalisme?

Dalam siaran persnya, Raja Hantu menyikapi kerja penyidikan yang telah profesional, tanggap dan cepat, seolah langkah profesional Polresta Sumenep itu kesalahan.

Hantu bahkan menganalisa kecepatan penyidik itu karena saya pengaruhi melalui ancaman opini dan unjuk rasa serta adanya pengaruh aktor FMM. Ha ha…

Jujur saja saya ngakak. Kok jadi cemen banget Raja Hantu. Kayak anak kecil. Apa karena faktor usia? Saya itu baru terima kuasa ketika perkara sudah naik sidik.

Siaran pers hantu jadi ambyar. Seharusnya edukatif, malah lebih terlihat emosional dan penuh ancaman.

Raja Hantu harus sadar bahwa tidak semua orang takut “hantu”, banyak dari audiens justru menilai “hantu” itu hiburan di layar digital.

Untuk apa hantu menarik banyak orang dalam kasus penggelapan kapal. Dia menarik Mario dan FMM. Apa korelasinya? Ngawur lagi ini.

Saya bahkan heran, ada dua akun TikTok hantu yang berusaha menguatkan pendapat-pendapat hantu dan men-down-grade saya selaku penasehat hukum Sayyidah.

Baca Juga  Membentuk Leader Visioner : Peran HMI dalam Mengembangkan Kepemimpinan Mahasiswa

Akhirnya timbul tanya. Apakah ada peran anggota DPRD Sumenep bernama Badrul Aini dalam ternak akun hantu yang menyudutkan penyidik itu? Apa kaitannya dengan FMM dan kasus penggelapan kapal? Entahlah!

Untuk kepentingan pembelaan, melalui momen ini, saya ingin sampaikan klarifikasi klien saya sebagai berikut:

“Assalamualaikum pak lawyer”

Sedikit informasi sekalian minta tolong untuk dibantu klarifikasi ke media supaya publik paham dan mengetahui aslinya seperti apa.

1. Laporan penggelapan ke Polresta terhadap H. Abd. Kadir murni dari hati saya (Sayyidah), bukan disuruh suami saya. Dari awal peristiwa itu saya ingin melaporkan tapi suami saya tidak mengizinkan dan suami saya bilang agar mencari solusi kekeluargaan atau musyawarah.

2. Saya bukan meninggalkan rumah atau meninggalkan hutang, tetapi saya benar-benar diusir dari rumah dan dikunci pintu bersama anak saya (tidak bisa masuk rumah) sehingga akhirnya saya mendobrak rumah pintu belakang untuk mengambil baju ganti.

3. Saya tidak diizinkan kembali ke Kangean oleh ipar saya yang bernama H. Saina (istri H. Abd Kadir) dengan alasan karena takut konflik dengan M*km*ng.

Baca Juga  Menagih Kepastian Hukum Rp85,2 Miliar: Ada Apa dengan Kejati Jatim?

4. H. Saina datang ke rumah saya bersama ponaannya bernama Arik Cahyadi untuk mengantarkan baju-baju saya (Sayyidah) yang ada di Kangean, itupun hanya separuh dari seluruh pakaian saya.

5. Begitu saya pulang bersama anak saya, Kevin Sulaiman, mobil Mobilio tahun 2020 saya parkir/titipkan dekat pelabuhan Batuguluk, di rumah Daeng, namun tiba-tiba sorenya saya mendengar kabar, mobil saya dirampas oleh M*km*ang di rumah Daeng, lalu diover kredit/dijual ke orang Kalianget.

KESIMPULAN:

Apa yang mereka beritakan terkait pribadi saya dan Suami saya (Mario) itu murni tidak benar dan itu fitnah besar, karena selama ini kami selalu diam dan tidak ada solusi/jalan keluar dari awal almarhum meninggal.

Demikian pak lawyer minta tolong untuk di klarifikasi di media. Terima Kasih Pak.

Wassalamu’alaikum.

Sayyidah.

Rekan-rekan sekalian. Bukankah tidak mudah menjadi Sayyidah? Masih banyak perempuan dan anak lain yang mengalami “penderitaan” serupa.

Meski begitu, namanya juga hantu, tetap saja tidak ada empati!

Penulis adalah Penasehat Hukum Sayyidah.

Facebook Comments Box

Penulis : Sulaisi Abdurrazaq

Editor : Wahyu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel limadetik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sumpah Pemuda: Satu Nadi di Tengah Perbedaan Masa Kini
Pesantren di Tengah Badai Zaman: Antara Warisan Peradaban, Kritik Publik, dan Pertaruhan Masa Depan
Santri GEN-Z: Menjaga Akhlak, Menguasai Teknologi, dan Menjawab Tantangan Zaman
Perguruan Tinggi Hanyalah Sarana Menuju Kesuksesan: Memaksimalkan Proses Pembelajaran untuk Masa Depan
Menagih Kepastian Hukum Rp85,2 Miliar: Ada Apa dengan Kejati Jatim?
Melek Konstitusi, Cerdas Berdemokrasi: Peran Hukum Tatanegara dalam Kehidupan Warga Negara
Aktivisme Kaum Muda di Era Media Sosial: Mengubah Wajah Perubahan Sosial
Sudut Pandang Dinamika Perkembangan Pendidikan
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:59 WIB

Tidak Semua Orang Takut “Hantu”

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:42 WIB

Sumpah Pemuda: Satu Nadi di Tengah Perbedaan Masa Kini

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:20 WIB

Pesantren di Tengah Badai Zaman: Antara Warisan Peradaban, Kritik Publik, dan Pertaruhan Masa Depan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 22:18 WIB

Santri GEN-Z: Menjaga Akhlak, Menguasai Teknologi, dan Menjawab Tantangan Zaman

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 22:08 WIB

Perguruan Tinggi Hanyalah Sarana Menuju Kesuksesan: Memaksimalkan Proses Pembelajaran untuk Masa Depan

Berita Terbaru

Sulaisi Abdurrazaq

Opini

Tidak Semua Orang Takut “Hantu”

Rabu, 28 Okt 2026 - 21:59 WIB

Siti Ainiyah

Opini

Sumpah Pemuda: Satu Nadi di Tengah Perbedaan Masa Kini

Rabu, 28 Okt 2026 - 21:42 WIB