IPNU IPPNU Sumenep Buka Madrasah Multimedia, Cetak Santri Melek Digital dan Adaptif Teknologi
LIMADETIK.COM, SUMENEP – Santri tak lagi cukup hanya menjadi penonton di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Mereka dituntut mampu menguasai media, memproduksi konten positif, hingga memahami kecerdasan buatan (AI) sebagai bekal menghadapi tantangan zaman.
Semangat itulah yang diusung Pimpinan Cabang (PC) IPNU IPPNU Kabupaten Sumenep melalui kegiatan Santri Digital Summit sekaligus pembukaan Madrasah Multimedia di Aula Pondok Pesantren Nasyrul Ulum, Kecamatan Bluto, Sabtu (31/10/2026).
Mengangkat tema “Mencetak Kader Kreatif, Cakap Media dan Adaptif di Era Digital”, kegiatan tersebut menjadi langkah konkret IPNU IPPNU Sumenep dalam mendorong lahirnya kader santri yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkan ruang digital secara produktif, kritis, dan bertanggung jawab.
Tiga narasumber dihadirkan untuk membekali peserta dengan perspektif berbeda mengenai tantangan dunia digital.
Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sumenep, Hery Kushendrawan, S.T., M.T., mengajak para santri meningkatkan literasi digital. Menurutnya, kemampuan memahami arus informasi menjadi penting agar kader tidak mudah terpengaruh informasi yang keliru serta mampu menggunakan media digital secara bijak.
Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Sumenep, Akhmadi Yazid, S.H., menegaskan bahwa media memiliki peran lebih luas daripada sekadar sarana komunikasi.
“Media bukan hanya alat untuk menyampaikan informasi, tetapi juga ruang untuk menjaga kebenaran, menyuarakan aspirasi, dan mengawal kepentingan publik,” tegasnya.
Perspektif teknologi juga disampaikan Ketua Program Studi Kecerdasan Buatan Universitas Annuqayah, Imam Wahyudi, M.Kom. Ia menilai, perkembangan Artificial Intelligence (AI) harus menjadi peluang bagi generasi muda, termasuk kalangan santri, untuk mengembangkan kreativitas dan kapasitas diri.
“Santri tidak boleh hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi harus mampu memahami peluang dan mengembangkan kreativitas melalui AI. Penguasaan teknologi, yang dibarengi dengan ilmu pengetahuan dan nilai-nilai moral, akan menjadi bekal penting dalam menghadapi masa depan,” ungkapnya.
Ketua PC IPPNU Sumenep, Rekanita Putri Ramadhani, mengatakan kecakapan digital kini menjadi kebutuhan yang tidak bisa diabaikan oleh kalangan santri. Mereka harus mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan identitas dan nilai-nilai kepesantrenan.
“Di zaman sekarang, santri wajib melek digital dan mampu memanfaatkan media dengan baik. Kita harus bisa mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai kepesantrenan. Media digital harus menjadi ruang untuk menyebarkan kebaikan, pengetahuan, dan nilai-nilai positif,” ujarnya.
Menurutnya, santri harus berani mengambil peran dalam ekosistem digital, bukan sekadar menjadi konsumen informasi. Kemampuan mengelola media dan menciptakan konten yang edukatif menjadi salah satu jalan untuk menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Pembukaan Madrasah Multimedia menjadi bagian penting dari agenda tersebut. Program ini dirancang sebagai ruang pembelajaran berkelanjutan bagi kader IPNU IPPNU untuk mengasah keterampilan jurnalistik, desain grafis, videografi, fotografi, pengelolaan media sosial, hingga pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan.
Melalui program tersebut, PC IPNU IPPNU Sumenep berharap lahir kader-kader muda yang mampu mengisi ruang digital dengan karya dan informasi berkualitas.
Dengan demikian, santri tidak hanya dituntut mampu bertahan menghadapi perubahan teknologi, tetapi juga menjadi bagian dari generasi yang mengarahkan perkembangan digital agar tetap berpijak pada pengetahuan, etika, dan nilai-nilai moral.
Penulis : Wahyu
Editor : Wandi








