JMSI Sumenep Tanam 1.500 Mangrove, Tegaskan Pers Tak Hanya Menulis tapi Ikut Menjaga Pesisir

- Penulis

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 07:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JMSI Sumenep Tanam 1.500 Mangrove, Tegaskan Pers Tak Hanya Menulis tapi Ikut Menjaga Pesisir

limadetik.com/, SUMENEP — Kepedulian terhadap lingkungan tak cukup hanya menjadi bahan pemberitaan. Di tengah ancaman abrasi dan kerusakan ekosistem pesisir, Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kabupaten Sumenep memilih turun langsung melakukan aksi nyata.

Melalui gerakan “JMSI Peduli Lingkungan: Pers Menjaga Pesisir untuk Masa Depan Sumenep”, JMSI Sumenep menanam sebanyak 1.500 bibit mangrove di kawasan pesisir Spot Pancing Pantai Matahari, Desa Lobuk, Kecamatan Bluto, Jumat (28/8/2026).

Penanaman mangrove tersebut menjadi salah satu rangkaian kegiatan kepedulian lingkungan yang sebelumnya diawali dengan aksi bersih-bersih pantai. Kegiatan itu melibatkan berbagai unsur, mulai dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumenep, kelompok sadar wisata (Pokdarwis), pengelola Pantai Matahari hingga Pemerintah Desa Lobuk.

Ketua JMSI Sumenep, Supanji, menegaskan bahwa gerakan tersebut bukan sekadar agenda seremonial. Penanaman mangrove merupakan bentuk tanggung jawab sosial insan pers terhadap lingkungan tempat masyarakat menggantungkan kehidupan.

Baca Juga  KUA-PPAS 2027 Disepakati, Pemkab Sumenep Bidik SDM Produktif dan Ekonomi Berkualitas

Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang ikut mendukung kegiatan tersebut, termasuk Sekretaris Daerah (Sekda) Sumenep yang hadir langsung di lokasi.

Menurut Supanji, penanaman 1.500 bibit mangrove dilakukan secara bertahap sejak sehari sebelumnya hingga Jumat. Skema tersebut diterapkan karena kondisi air laut di kawasan Pantai Matahari cepat surut sehingga proses penanaman harus menyesuaikan waktu yang tersedia.

“Penanaman 1.500 bibit mangrove kita lakukan secara bertahap mulai dari kemarin sampai hari ini. Kenapa dilakukan bertahap? Karena pada tanggal-tanggal ini waktu surutnya air cukup cepat,” ujar Supanji.

Ia menjelaskan, apabila seluruh bibit dipaksakan ditanam dalam satu waktu, prosesnya akan membutuhkan waktu lebih lama. Karena itu, JMSI membagi proses penanaman menjadi dua tahap agar lebih efektif dan menyesuaikan kondisi pasang surut air laut.

Namun, bagi JMSI, angka 1.500 bibit bukan sekadar jumlah. Di balik setiap bibit yang ditanam, terdapat harapan agar kawasan pesisir Pantai Matahari tetap terlindungi dan ekosistemnya terus terjaga.

Baca Juga  DPMPTSP Sumenep Buka Pendampingan LKPM, Pelaku Usaha Bisa Konsultasi Lewat WhatsApp

Mangrove memiliki fungsi penting bagi kawasan pesisir, antara lain membantu meredam gelombang, menahan sedimentasi serta menjadi salah satu benteng alami dalam menghadapi ancaman abrasi.

“Ini merupakan langkah kecil dari teman-teman JMSI, tetapi besar harapan kami semoga memberikan dampak yang besar terhadap lingkungan, utamanya menjaga bibir pantai, menjaga kawasan pesisir dari abrasi dan lain sebagainya,” katanya.

Pers Harus Hadir dengan Aksi

Supanji menegaskan, kepedulian terhadap lingkungan tidak boleh berhenti setelah kegiatan selesai. JMSI Sumenep berkomitmen menjadikan aksi serupa sebagai agenda berkelanjutan, baik untuk kawasan pesisir maupun destinasi wisata.

Menurutnya, pers memiliki posisi strategis dalam membangun kesadaran publik. Jika selama ini media berperan menyampaikan informasi dan mengawasi berbagai persoalan lingkungan, maka keterlibatan langsung di lapangan menjadi bentuk lain dari kontribusi pers kepada masyarakat.

“Sudah menjadi komitmen teman-teman JMSI untuk bagaimana kegiatan seperti ini kita gelar setiap tahun sebagai bentuk langkah nyata JMSI untuk peduli terhadap lingkungan, baik lingkungan pesisir maupun kawasan destinasi wisata,” ungkapnya.

Baca Juga  Khofifah Bawa Paket Bansos Pemprov Jatim ke Sumenep, dari Khitanan Massal hingga Beasiswa SMA

Gerakan tersebut sekaligus menjadi pesan bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Dunia usaha, organisasi masyarakat, komunitas, pengelola wisata, media, hingga masyarakat memiliki peran yang sama dalam memastikan kawasan pesisir tetap lestari.

Apalagi, kawasan pesisir bukan hanya ruang ekologis, tetapi juga memiliki nilai ekonomi dan menjadi bagian dari potensi pariwisata Kabupaten Sumenep.

Karena itu, keberadaan 1.500 bibit mangrove di Pantai Matahari diharapkan tidak berhenti sebagai simbol kegiatan. Bibit-bibit tersebut membutuhkan perawatan dan pengawasan agar tumbuh menjadi benteng hijau yang memberi manfaat dalam jangka panjang.

Kegiatan JMSI Sumenep tersebut mendapat dukungan dari berbagai pihak, di antaranya Pemerintah Kabupaten Sumenep, DPRD Sumenep, Said Abdullah Institute, Pakoe Original, BPRS Bhakti Sumekar, SKK Migas Jabanusa, HCML, Medco Energi, KEI, Pemerintah Desa Lobuk, pengelola Pantai Matahari Lobuk, DLH Sumenep, RSUD Moh. Anwar Sumenep, DRT The Big Family, Djava, PR Bahagia, serta Haswal Group.

Facebook Comments Box

Penulis : Wahyu

Editor : Wandi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel limadetik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Khofifah usai Bagikan Bansos di Slopeng, Tanam Pohon di SMAN 2 Sumenep
Sejak 2021, Kasus Dugaan Pelanggaran Izin TUKS di Sumenep Tak Jelas, Sarkawi Merasa Dipermainkan
Aspal Bantuan Khofifah Hanya 1,5 Truk, Kerusakan Jalan Provinsi di Sumenep Belum Terjawab
Khofifah Bawa Paket Bansos Pemprov Jatim ke Sumenep, dari Khitanan Massal hingga Beasiswa SMA
Satlantas Polresta Sumenep Tanamkan Kesadaran Tertib Lalu Lintas kepada Pelajar SMPN 5
DPRD Sumenep Gelar Jalan Sehat Politik, Siapkan 1.500 Paket Sembako dan Hadiah Rp100 Juta
DPMPTSP Sumenep Buka Pendampingan LKPM, Pelaku Usaha Bisa Konsultasi Lewat WhatsApp
DPMPTSP Sumenep Dorong Pelaku Usaha Segera Laporkan LKPM Triwulan III 2026
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 18:29 WIB

Khofifah usai Bagikan Bansos di Slopeng, Tanam Pohon di SMAN 2 Sumenep

Rabu, 14 Oktober 2026 - 12:35 WIB

Sejak 2021, Kasus Dugaan Pelanggaran Izin TUKS di Sumenep Tak Jelas, Sarkawi Merasa Dipermainkan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 12:11 WIB

Aspal Bantuan Khofifah Hanya 1,5 Truk, Kerusakan Jalan Provinsi di Sumenep Belum Terjawab

Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:44 WIB

Khofifah Bawa Paket Bansos Pemprov Jatim ke Sumenep, dari Khitanan Massal hingga Beasiswa SMA

Senin, 12 Oktober 2026 - 09:41 WIB

Satlantas Polresta Sumenep Tanamkan Kesadaran Tertib Lalu Lintas kepada Pelajar SMPN 5

Berita Terbaru