Pelindo Kembali Layani Ship-to-Ship di Nipa, Perkuat Posisi Indonesia di Jalur Pelayaran Internasional
LIMADETIK.COM, BATAM – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo kembali mengoperasikan layanan pendukung kegiatan pemindahan muatan antarkapal (ship-to-ship/STS) di kawasan Nipa Transhipment Anchorage Area (NTAA), Batam, Kepulauan Riau. Layanan yang kembali dimulai pada 9 Oktober 2026 tersebut dijalankan melalui anak usahanya, PT Pelindo Jasa Maritim (PJM), untuk mendukung kelancaran aktivitas alih muat kapal di jalur pelayaran internasional.
Kawasan Nipa memiliki posisi geografis strategis karena terletak di sekitar Selat Malaka dan Selat Singapura, dua jalur penting dalam lalu lintas pelayaran dan perdagangan global. Lokasi tersebut memberikan peluang besar bagi Indonesia untuk mengembangkan layanan maritim sekaligus meningkatkan daya saing di sektor kepelabuhanan internasional.
Melalui skema STS, pemindahan muatan dapat dilakukan secara langsung dari satu kapal ke kapal lainnya tanpa harus melalui terminal di darat. Aktivitas ini membuka peluang bagi Indonesia untuk mengoptimalkan potensi perairan nasional sebagai lokasi kegiatan alih muat internasional.
Dimulainya kembali layanan STS di NTAA ditandai dengan kedatangan satu kapal induk (mother vessel) dan dua kapal penerima (daughter vessel) yang terlibat dalam rangkaian kegiatan alih muat secara bertahap.
Kapal induk dengan ukuran 25.487 Gross Tonnage (GT) dan panjang 180 meter tiba pada 9 Oktober 2026 pukul 02.00 waktu setempat. Kedatangan tersebut disusul kapal penerima pertama dengan ukuran 30.681 GT dan panjang 195,26 meter.
Selanjutnya, kapal penerima kedua dengan ukuran 25.085 GT dan panjang 175,93 meter tiba pada 10 Oktober 2026 untuk melanjutkan rangkaian kegiatan STS di kawasan tersebut.
Direktur Utama PT Pelindo Jasa Maritim, Arief Hermawan, mengatakan bahwa dimulainya kembali layanan STS di Nipa merupakan langkah strategis untuk memperkuat bisnis jasa maritim Pelindo Group sekaligus mengoptimalkan potensi ekonomi dari aktivitas pelayaran internasional.
“Dimulainya kembali pelayanan STS di Nipa menjadi momentum penting bagi Pelindo Group dalam memperluas jangkauan layanan maritim. Melalui PJM, kami memastikan kesiapan operasional, baik dari sisi sarana pendukung maupun tenaga pandu yang kompeten, dengan tetap mengutamakan keselamatan, keandalan, dan kepastian pelayanan bagi pengguna jasa,” ujar Arief, melalui pesan tertulisnya kepada media, Rabu (14/10/2026).
Untuk menunjang kelancaran operasional, PJM telah menyiapkan sarana dan prasarana pelayanan, armada pendukung, serta personel operasional sesuai kebutuhan. Koordinasi juga dilakukan dengan sejumlah pemangku kepentingan, termasuk otoritas kesyahbandaran, kepabeanan, keimigrasian, kekarantinaan, serta agen kapal.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kegiatan STS berjalan lancar, aman, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Arief menegaskan, pengembangan layanan STS di Nipa tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan aktivitas operasional, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem jasa maritim yang terintegrasi dan kompetitif.
“Keunggulan geografis Nipa merupakan peluang besar yang perlu didukung dengan kualitas layanan yang konsisten dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Kami ingin menjadikan Nipa sebagai salah satu pilihan utama bagi pelaku pelayaran internasional untuk melakukan kegiatan alih muat, sekaligus membuka peluang pengembangan layanan maritim lainnya yang memberikan nilai tambah bagi Indonesia,” tambahnya.
Penguatan layanan STS di Nipa juga sejalan dengan transformasi bisnis Pelindo dan arah strategis Danantara Indonesia dalam mendorong optimalisasi aset, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat daya saing badan usaha milik negara (BUMN).
Melalui sinergi antarentitas Pelindo Group, perusahaan berupaya mengembangkan ekosistem layanan kepelabuhanan dan maritim yang terintegrasi, efisien, serta berorientasi pada kebutuhan pengguna jasa.
Dengan kembali beroperasinya layanan pendukung STS di kawasan NTAA, Pelindo optimistis dapat meningkatkan daya tarik perairan Indonesia sebagai lokasi alih muat internasional, memperluas peluang bisnis jasa maritim, serta mendorong terciptanya nilai tambah ekonomi dari aktivitas pelayaran global yang melintasi perairan nasional.
Penulis : Yoni
Editor : Wahyu







