SUMENEP, LimaDetik.Com – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi SH.MH akan memulai destinasi wisata di Kota keris dari Keraton Agung Sumenep.
Itu dikatakan Bupati Sumenep menanggapi pertanyaan wartawan terkait destinasi wisata di masa pandemi covi-19 yang sejak lama dinilai lumpuh karena peyebaran corona virus.
“Insya Allah sudah ada himbauaan dari pemerintah pusat untuk segera dibuka dan penataan kembali dengan pola protokol kesehatan (prokes). Karena memang persoalannya pandemi saja” kata Bupati Achmad Fauzi, Sabtu (6/3/2021) saat menemui pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) di kediamannya.
Maka kata Bupati Fauzi, ketika berbicara kearifan lokal tentunya ia bersama wabup berusaha terlebih dahulu menata intern di pemerintah daerah (pemda) sebelum ke destinasi wisata lainya, karena nanti ajuan tetap pada kearifan lokal keraton yang ada.
“Keraton ini kan sudah berumur 270 tahun, maka tentunya saya harus memulainya dari sini (keraton) agar benar-benar terlihat ruhnya, tentunya saya mulai dari saya sendiri. Ketika saya masuk keraton saya harus membiasakan diri masuk lewat pintu utama keraton agar citra kearifannya benar-benar nampak” ujarnya.
Bupati juga meminta, agar hal itu dilakukan seluruh stafnya sehingga pengunjung yang datang ke keraton sumenep bisa melakukan hal yang sama sehingga akan menjadi sebuah tradisi kebiasaan, dan menurut Bupati., keraton sumenep harus jadi magnet bagi wisata lainnya yang ada di Kabuapten Sumenep.
Baca juga: Ulang Tahun ke-4 SMSI, Bupati Sumenep: Pentingnya Edukasi Generasi
“Tentu tempat wisata lainnya yang ada di sumenep akan semakin dikenal ketika nanti para wisata itu kita arahkan terlebih dahulu ke keraton sumenep, karena tempat wisata lokal yang ada kan sudah jalan jadi tinggal mengarahkan saja bagi para wisatawan, baik itu untuk wisata bahari, wisata alam ataupun wisata religi yang ada” ungkapnya.
Dirinya lanjut Bupati Fauzi, sejak pertama masuk kantor, dirinya sudah membiasakan seluruh yang ada di pendopo untuk melakukan bersih-bersih dan tetap membiasakan diri untuk berprilaku seperti layak dalam keraton, sehingga perilaku itu nantinya akan terbiasa dilakukan dan akan berdampak positif pada yang lainnya terutama orang yang baru mau masuk keraton.
Bahkan Bupati juga menyebutkan, seluruh tempat yang ada di Kabupaten Sumenep harus ada ciri khasnya yakni ada keris terpasang, sebab selama Sumenep hanya dikenal dengan sebutan kota keris namun tidak nampak terlihat keris yang terpajang sebagai sumber kearifan lokal.
“Selama ini kita hanya diketahui dan disebut kota keris, tapi mana keris nya saya sendiri tidak pernah melihat. Sehingga saya memulainya dari keraton di mana di gerbang pintu depannya dan setiap pintu masuk harus terpasang keris, ini terlebih dahulu kita lakukan di intern baru nanti ke seluruh kantor Disas yang ada bahkan seluruh desa di sumenep” tukasnya.
(yd/yd)