Hujan Deras Picu Jembatan Sukowiryo Ambruk, Akses Jalan Bondowoso – Jember Ditutup Total
LIMADETIK.COM, BONDOWOSO – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Bondowoso sejak Senin (23/2/2026) siang berujung pada ambruknya Jembatan Sukowiryo di Jalan Mastrip sekitar pukul 17.30 WIB.
Peristiwa ini memaksa akses utama di kawasan tersebut ditutup total demi keselamatan masyarakat.
Tingginya intensitas hujan diduga menjadi pemicu utama melemahnya struktur jembatan yang sebelumnya telah mengalami retakan pada bagian plat landasan. Kondisi tersebut membuat konstruksi tidak lagi mampu menahan beban hingga akhirnya runtuh pada sore hari.
Kepala BPBD Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan langkah antisipasi sejak siang hari setelah menemukan retakan memanjang yang dinilai berpotensi membahayakan.
“Sejak siang wilayah ini diguyur hujan cukup deras. Kondisi tersebut diduga mempercepat kerusakan hingga akhirnya jembatan ambruk pada sore hari,” ujarnya.
Menurutnya, keselamatan warga menjadi prioritas utama. Tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengamanan dan memasang garis pembatas (safety line) guna mencegah masyarakat mendekat.
“Kami sudah memasang safety line dan mengimbau masyarakat agar tidak mendekat. Dalam waktu dekat jembatan ini akan ditutup total untuk menghindari risiko yang lebih besar,” kata Kristianto.
BPBD juga berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan lanjutan serta menyiapkan langkah percepatan perbaikan infrastruktur.
Pengguna jalan diminta memanfaatkan jalur alternatif sementara waktu dan tidak memaksakan diri melintas di area terdampak.
Hingga berita ini ditulis, tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, arus lalu lintas di sekitar Jalan Mastrip sempat mengalami kepadatan akibat banyaknya warga yang ingin melihat kondisi jembatan pasca ambruk.
Pemerintah daerah kini tengah melakukan asesmen lanjutan untuk menentukan langkah teknis perbaikan, sekaligus memastikan keamanan area sekitar agar tidak menimbulkan risiko susulan.












