https://limadetik.com/

Aktivis MPR Madura Raya Kecewa, Bupati Sumenep Ngumpet Jargon “Bismillah Melayani” Dipertanyakan

  • Bagikan
Aktivis MPR Madura Raya Kecewa, Bupati Sumenep Ngumpet Jargon "Bismillah Melayani" Dipertanyakan
FOTO: Andy Firdaus, Koordinator Aktivis MPR Madura Raya

SUMENEP, Limadetik.com – Lagi lagi menghindar dan ngumpet serta terkesan lepas tanggungjawab, Bupati Sumenep, Achmad Fauzi kembali tidak menemui sejumlah aktivis untuk sebuah audiensi.

Kali ini, Majelis Pemuda Revolusi (MPR) Madura Raya yang harus gigit jari. Pasalnya, audensi soal tembakau dengan Bupati Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Kamis (5/8/2021) yang dijadwalkan pukul 13.00 wib di Kantor Pemkab gagal karena tak ditemui Bupati.

https://limadetik.com/

Kordinator Audensi, Andi Firdaus mengaku sangat kecewa kepada Bupati Sumenep, Ahmad Fauzi yang tidak menemuinya. Sikap tersebut dinilai tak sesuai dengan jargon “Bismilah Melayani”.

“Terus terang, kita kecewa. Harusnya kalau memang tidak bisa menemui, ngasih kabar dong minimal pada H-1 pelaksanaan audensi. Bukan dadakan begitu. Jargon “Bismilah Melayani” jauh panggang dari api kenyataan,” terang Andi.

Untuk merespon kegagalan audensi, Andi akan meresponnya dengan aksi unjuk rasa. Dalam beberapa hari ke depan, pihaknya akan mengirimkan Surat Pemberitahuan Aksi pada Kapolres Kabupaten Sumenep.

“Bupati punya hak untuk tidak menemui kita. Kita juga punya hak untuk melakukan aksi unjuk rasa terhadap Bupati. Secepatnya kita akan lakukan aksi unjuk rasa,” ujarnya.

Sementara Protokol Bupati, Lilik mebenarkan bahwa, Bupati tidak bisa menemui para aktivis MPR Madura Raya.

“Kondisi beliau kurang fit, dan kebetulan pada waktu yang bersamaan ada acara vidcon, sehigga tidak mungkin menerima audensi sebagaimana yang terjadwal dari pihak MPR. Dan sebagaimana petunjuk Pak Bupati agar diterima Dinas Teknis yaitu Dinas Pertanian” ungkap Protokol Bupati.

Sedangkan Andi membenarkan bahwa pihaknya diarahkan bertemu Kepala Dinas Pertanian. Dan ia mengaku, pihaknya sudah dihubungi Kadis Pertanian, tetapi pihaknya menolak menemuinya.

“Kita diarahkan ketemu dengan Kadis Pertanian, tetapi kami enggan bertemu dengan Pak Kadis. Sebab, kita hanya ingin bertemu Bupati, bukan yang lain,” tutur Andi.

Sebagaimana diketahui, ini kesekian kalinya Bupati Achmad Fauzi dinilai menghindari para aktivis untuk sekadar sharing ataupun konsultasi untuk kemaslahatan umat, sebelumnya Bupati Sumenep juga tidak bisa menemui aktivis mahasiswa dari kepulauan dengan alasan yang tidak jelas.

(fl/yd)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan