PAMEKASAN, Limadetik.com – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pamekasan bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pamekasan melakukan rapat koordinasi (Rakor) guna membangun komitmen dalam pengawasan partisipatif pada pelaksanaan pemilu serentak yang akan dihelat 17 April 2019 mendatang.

Gagasan pengawasan partisipatif ini menjadi penting, demi mewujudkan keberlangsungan pesta demokrasi yang jujur, adil, bebas dan berkualitas.

Ketua Bawaslu Pamekasan, Abdullah Saidi mengatakan, untuk mensukseskan pemilu 2019 mendatang, perlu dilakukan kerjasama yang baik dengan semua pihak, salah satunya dengan media dan insan pers.

“Kami Bawaslu Pamekasan ingin bekerjasama dengan semua pihak, baik dari peserta pemilu, masyarakat, dan yang lebih penting juga dengan media,” kata Abdullah Saidi, Sabtu (16/02/2019) di RM. Balai Rejo Jl. Niaga.

Sebab, kata dia, media memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi kepada publik.

Tujuannya, bagaimana pelaksanaan pemilu serentak 2019 berjalan dengan kondusif sesuai dengan harapan pemerintah dan masyarakat.

“Termasuk pelaksanaan pemilu di Kabupaten Pamekasan, dapat berjalan dengan baik, lancar tanpa kendala apapun,” lanjut Abdullah Saidi.

Menurutnya, pelaksanaan pemilu 2019 mendatang ini, berbeda dengan tahun 2014 silam, sebab dilakukan secara bersamaan. Mulai dari pemilihan presiden dan wakil presiden, DPD RI, DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota.

“Kami butuh masukan juga dari temen temen pers guna mensinergikan pengawasan pemilu ini agar dapat berjalan sukses. Sebab, pemilu 2019 ini cukup berat sekali karena harus mengawasi 5 pemilihan sekaligus,” tambahnya, menjelaskan.

Apalagi, lanjut dia, kampanye di media sudah dekat. Sehingga, temen – temen wartawan memiliki peranan penting dalam menjaga kondusifitas pemilu serentak 2019 mendatang.

“Atas kebersamaan ini, kami sampaikan terima kasih kepada ketua PWI dan anggotanya. Semoga menjadi komitmen bersama membangun kondusifitas pemilu khususnya di wilayah Pamekasan,” ucapnya.

Sementara, Ketua PWI Pamekasan, Abdul Aziz menjelaskan, kegiatan tersebut semata – mata adalah untuk kebaikan bersama antara PWI, Bawaslu dalam menjaga dan mengawasi pelaksanaan pemilu 2019 secara partisipatif.

“Intinya adalah, pada kesempatan ini kita membangun komitmen bersama yang lebih baik bagaimana pelaksanaan pemilu ini berjalan sesuai dengan harapan,” kata Abdul Aziz.

Menurutnya, keberlangsungan demokrasi itu akan baik apabila didukung oleh pers yang sehat. Sehingga peran media menjadi penting untuk menyampaikan informasi kepada publik dengan cara yang berimbang, faktual, sesuai kode etik jurnalistik (KEJ) dan tetap netral.

“Negara yang kuat itu, apabila didukung oleh pers yang sehat,” lanjut mahasiswa Pasca Sarjana Media dan Komunikasi di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya itu.

“Ini menjadi harapan kita semua, dan temen temen bisa menjalankan aktifitas jurnalistiknya sesuai dengan kode etik jurnalistik serta sesuai dengan undang – undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, bahwa tugas media massa berfungsi sebagai kontrol. Termasuk pengawasan pemilu 2019 ini,” tandasnya. (Arif/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here