PAMEKASAN, Limadetik.com — Bupati Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Baddrut Tamam menyambut hangat kedatangan tamu spesial, Wakil wali kota Bengkulu, Dedi Wahyudi bersama istri dan rombongan di Paringgitan Ronggosukowati, Senin (11/03/2019).
“Alhamdulillah, sungguh saya diberikan nikmat oleh Allah SWT, kedatangan tamu terhormat, pilkadanya bareng karena serentak, tapi dilantiknya beda hanya selisih hari saja. Saya senang sekali pak Wawali, Pak Dedi berkenan hadir ke Kabupaten Pamekasan untuk merajut silaturahim bersama antara pimpinan Kabupaten dan kota bertukar fikiran tentang apa yang dapat diinformasikan,” kata Bupati muda ini.
Menurut Baddrut, bahwa cara berfikir dirinya bersama Wabup Raja’e adalah anti mainstream. “Bahasanya anak muda sekarang, saya berfikir all off the box,” katanya.
Ia mengakui, sebelumnya telah bertemu dengan teman-temannya yang sudah pernah menjabat sebagai kepala daerah. Dari cerita yang ia dapatkan, ada banyak tantangan sulitnya tentang bagaimana memimpin suatu daerah. Ada pula yang bercerita tentang suksesnya membangun dan mengembangkan pertumbuhan ekonomi di dareah mereka masing-masing.
“Dari beberapa informasi dan diskusi yang saya terima, saya menangkap bahwa untuk melangkah maju itu memang harus all off the box. Yang paling berat ini sebenarnya menurut saya adalah masyarakat iingin bangun rumah tapi tidak punya uang, harus pinjam, setelah itu rembuk tukang. Belum tentu di tengah jalan uangnya cukup. Kalau pemerintah tidak seberat masyarakat yang belum punya uang pengin bangun rumah. Tapi menurut saya pemerintah itu yang sulit membangun kemenstri mengajak aparatur keluar dari zona nyaman, itu yang paling berat,” imbuh Bupati Baddrut Tamam.
Menurut Baddrut, keinginan dirinya bersama Wabup Raja’e cukup satu tahun untuk membangun kemenstri. Sehingga tahun berikutnya bisa fokus dan on the track bekerja.
Dihadapan wakil Wali kota Bengkulu dan rombongan, mantan anggota DPRD Provinsi Jawa Timur ini menyampaikan, di hari ke 47 kerja sebagai orang nomor satu di Kabupaten Pamekasan sudah memiliki Mall Pelayanan Publik tanpa anggaran.
“Alhamdulillah, Mall Pelayanan Publik itu tidak ada anggarannya. Anggarannya cukup semangat saja, saya berfikir menyederhanakan saja. Yang penting mau bekerja, berfikir bersih, melayani rakyat. Kalau masih berfikir nunggu anggaran, ini kurang cepat kita bekerja,” katanya.
Demikian disampaikan Bupati, sebab dirinya berfikir bahwa menjadi Bupati, Wali kota, Gubernur dan yang lain itu hanya 60 bulan.
Selanjutnya, Bupati Baddrut Tamam juga mengenalkan branding mobil dinas dengan batik. Hal itu dilakukan sebagai upaya untuk tidak digunakan sembarangan dan diganti platnya dan media promosi batik.
Sementara, Wakil Wali kota Bengkulu, Dedi Wahyudi mengaku terkesan hadir ke Kabupaten Pamekasan disambut penuh hormat bagaikan tamu agung.
“Saya senang dan bangga karena disambut sebagai tamu agung, saya berfikir tadi disambut Wabup, ternyata semuanya lengkap. Terima kasih pak bupati, kami sangat berkesan,” kata Dedi.
“Saya kesini ingin belajar ide branding mobil batik di semua mobil dinas, yang kedua kok bisa dalam 47 hari bisa terbentuk Mall Pelayanan Publik, ini benar luar biasa,” pujinya.
Dedi mengaku, jika ada temennya sukses membangun sesuatu, ia langsung mengapresiasi. Terutama bupati dan wakil bupati Pamekasan dalam jangka 47 hari sudah punya Mall Pelayanan Publik yang notabennya pejabat baru.
“Kalau incumbent itu biasa, tapi kalau pejabat baru itu terkadang butuh adaptasi itu cukup lama. Saya tidak tahu, ada dua kemungkinan, bisa karena mereka sudah cukup lama kenal atau yang kedua karena kemampuan bupati yang tidak berjarak dengan aparaturnya,” ujar Dedi.
Soal Mall Pelayanan Publik, pihaknya telah membentuk, tetapi belum teraplikasikan.
“Jadi perangkat sudah kita bentuk, kemudian Gedung nya sedang renovasi saat ini. Karna itu kami mengajak salah satu Kabid di DPMTPSP untuk bagaimana belajar ke Pamekasan yang mendapat rekor MURI tercepat pembentukan Mall Pelayanan Publik,” katanya, menjelaskan.
Diketahui, kunjungan kerja wakil wali kota Bengkulu beserta rombongan juga disambut Wabup Raja’e dan sejumlah pimpinan Orgainsasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Pamekasan. (arif/yd)