PAMEKASAN, Limadetik.com – Bupati Pamekasan Baddrut Tamam dan Wakil Bupati Raja’e mengapresiasi buku berjudul “Agama Semata Wayang” hasil karya Ahmad Kekal Hamdani (Anom Hamdani), karena buku ini dinilai akan menambah hazanah literasi budaya dan kekayaan wawasan intelektual bagi generasi masyarakat Pamekasan.

“Kami mengucapkan selamat atas terbitnya buku ‘Agama Semata Wayang’ karya Mas Hamdani. Semoga bermanfaat dalam menambah khazanah literasi kebudayaan dan keislaman karya-karya putra Pamekasan. Buku ini memiliki urgensi di tengah atmosfir keberagamaan kita, sebagai angin segar dari kalangan pegiat budaya muda merespon dinamika mutakhir,” kata Baddrut Tamam.

Bupati muda ini menilai, buku yang diterbitkan oleh Yayasan “Paddhang Bulan Tacempah” yang merupakan kumpula esai bernuansa sufistik, serta kaya dengan permenungan itu, merupakan salah satu cara yang perlu dicontoh oleh kalangan generasi muda di Pamekasan dan Madura pada umumnya.

Sebab, bagi Baddrut Tamam, gagasan atau pemikiran yang dibukukan, akan memiliki nilai sejarah dibanding gagasan brilian, akan tetapi tidak terdokumentasi dengan baik.

“Sebab, dengan berbentuk buku seperti ini, maka barokah keilmuannya akan terus mengalir bagi para pembacanya,” ujar Baddrut.

Bupati Pamekasan Baddrut Tamam menunjukkan buku berjudul “Agama Semata wayang” hasil karya Anom Handani.

Oleh karenanya, bupati yang juga penulis buku “Pesantren Nalar dan Tradisi” ini berharap, apa yang telah dilakukan Hamdani, akan menggugah kalangan generasi muda, dan para pegiat seni budaya di Pamekasan untuk menjadi pemicu pada peningkatan kapasitas intelektual dan penguatan literasi di Kabupaten Pamekasan.

“Tentunya, kedepan, masih banyak agenda-agenda yang mesti dibangun oleh pemuda. Bahu-membahu bersama membangun Pamekasan yang melek membaca perlu terus kita dorong untuk melahirkan putra-putri Pamekasan yang hebat! Sebab, ‘Generasi Hebat Lahir dari Pembaca yang Hebat,” kata mantan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Timur itu.

Hal senada jugsa disampaikan oleh Wakil Bupati Pamekasan Raja’e. Ia mengatakan, buku merupakan pengikat ilmu pengetahuan, sehingga kapasitas intelektual seseorang sering kali diukur melalui seberapa banyak ia membaca buku.

“Selamat…! Semoga Penerbit Yayasan Paddhang Bulan Tacempah terus eksis bersama pegiat keilmuan yang lain di Pamekasan membangun budaya literasi yang sehat. Saya ucapkan selamat kepada penulis (Ahmad Kekal Hamdani), pegiat budaya muda Pamekasan yang potensial,” ucap Raja’e.

Wabup Pamekasan Raja’e membaca buku berjudul “Agama Semata Wayang” hasil karya Anom Hamdani, Plakpak, Pegantenan, Pamekasan.

Mantan Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pamekasan ini berharap, berharap upaya-upaya semacam ini terus dibangun, agar dinamika pengetahuan di Kabupaten Pamekasan terus berkembang setahap demi setahap demi Pamekasan yang hebat dan berkemajuan.

Raja’e mengatakan, dirinya bersama Bupati Pamekasan Baddrut Tamam berkomitmen untuk terus mendorong terwujudnya iklim penguatan intelektual bagi generasi muda bangsa, sebagaimana telah tertuang dalam 17 program aksi yang dicanangkan.

“Cita ideal yang kami ingin dalam mewujudkan “Pamekasan Hebat”, rajha, bajha tor parjugha ini butuh dukungan dari semua pihak. Dan sebagai kabupaten yang sejak awal fokus pada bidang pendidikan, saya kira sudah saat kita tunjukan identitas itu, dan salah satunya melalui karya nyata seperti ini,” kata mantan peraih beasiswa Super Semar di STAIN Pamekasan itu.

Bupati Pamekasan Baddrut Tamam memang dikenal sebagai politikus muda yang memiliki komitmen pada peningkatan kapasitas intelektual dan penguatan literasi media. Mantan Ketua Umum PMII yang berpasangan dengan Ketua Umum HMI ini, bahkan memberikan contoh secara langsung tak lama setelah dilantik menjadi bupati dengan menulis artikel di salah satu media terkemu di Jawa Timur. Bahkan dalam keterangan persnya kepada wartawan, Bupati Baddrut Tamam berjanji, akan memberikan hadiah kepada mahasiswa dan pemuda yang gemar menulis karya ilmiah di media, apalagi karyanya berupa buku.

Buku karya Ahmad Kekal Hamdani (Anom Hamdani) berjudul “Agama Semata Wayang” ini pada tanggal 17 November 2018 lalu telah diluncurkan oleh Bengkel Sastra dan HIMA Tadris Bahasa Indonesia IAIN Madura dalam acara bertajuk “Pentas Musik Puisi dan Peluncuran Buku; Agama Semata Wayang” karya Ahmad Kekal Hamdani (Anom Hamdani).

Situs paddhangbulan.org melansir, buku “Agama Semata Wayang” merupakan ini merupakan debut buku esai Ahmad Kekal Hamdani. Sebelumnya ia juga dikenal aktif menulis puisi dan esai di berbagai media. Buku ini merupakan kumpulan esai bernuansa sufistik dan permenungan tentang seni dan kebudayaan. Namun Anom Hamdani menegaskan bahwa bukunya kali ini bukanlah kitab kebenaran, dan tak lain sekadar pengayaan dari realitas kehidupan sehari-hari sebagai pribadi, dalam bersosial maupun berbangsa. (arf/rd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here