https://limadetik.com/

Cegah DBD Meluas, RSUD Syamrabu Bagi-bagi Obat Abate ke Pasien

  • Bagikan
IMG 20190301 WA0037

BANGKALAN, Limadetik.com — Penyakit demam berdarah dengue (DBD) di kabupaten Bangkalan meningkat, agar tidak bertambah luas yang terdampak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syamrabu melakukan pencegahan dan penyadaran kepada keluarga pasien dengan membagikan obat Abate.

Sebab, Jumlah pasien DBD sampai saat ini mencapai 300 orang. Demi mencegah penyakit tersebut dilakukan pembagian bubuk abate secara gratis kepada keluarga pasien di RSUD Syamrabu.

https://limadetik.com/

“Bagi-bagi ini dimaksudkan agar mengurangi jumlah penderita DBD. Bubuk ini digunakan untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk Aides Aigepty yang menyebabkan penyakit Demam Berdarah Dengue,” terangnya Plt Direktur RSUD Syamrabu, dr Andri Purnomo saat membagikan langsung bubuk abate, Jumat (1/3/2019).

Menurutnya, masyarakat banyak yang tau fogging padahal sebenarnya di perlukan pemberantasan mulai dari jentik agar perkembang biakan nyamuk Aides Aigepty bisa di tekan. Itu bisa dilakukan melalui pemasangan bubuk abate di tempat penampungan air bersih. Sebab, nyamuk ini cenderung berkembang biak di lingkungan air bersih.

Andri Purnomo menyatakan kasus DBD yang di rawat di RSUD sekitar 300 pasien dalam dua bulan terakhir. Yang mendominasi adalah anak-anak. Salah satunya karena ketahanan tubuh yang masih belum kuat.

“Pembagian abate dilakukan semata karena kepedulian terhadap seluruh pasien yang ada di RSUD Syamrabu ini. Untuk status penetapan KLB merupakan kewenangan Dinas Kesehatan,” ucapnya.

Andri berharap kesadaran masyarakat untuk hidup sehat perlu3 M yakni menguras, mengubur dan menutup. Pada saat menguras bak atau wadah air, seharusnya diikuti dengan menggosok dinding bak atau tempat penampungan air tersebut.

Plt yang baru diangkat oleh bupati itu menyampaikan setiap hari nyamuk bertelur sebanyak tiga kali. Meski demikian, telur nyamuk pun ternyata tahan di tempat kering hingga waktu enam bulan.  tak hanya itu, pencegahan dengan menguras air tidak cukup untuk mencegah telur nyamuk tinggal bersama manusia. Tindakan menguras perlu didukung dengan menutup segala tempat penampungan air. Bila ada tempat penampungan air yang sulit dikuras, Kemenkes menganjurkan memberikan larvasida, atau racun larva serangga.

Sedangkan, mengenai tindakan mengubur barang bekas, sebenarnya dapat diikuti dengan aksi menggunakan kembali atau mendaur ulang barang yang sudah tak terpakai.

Hal ini dikarenakan kemampuan terurai barang bekas di dalam tanah membutuhkan waktu puluhan hingga ratusan tahun. Dengan begitu, penguburan barang malah dapat menyebabkan limbah baru di masa mendatang.

“Kita berharap kesadaran kepada masyarakat untuk masalah nyamuk ini diperhatikan, sebab ini perlu disosialisasikan dan saat ini kita memberikan obat Abate untuk diterapkan di rumah masing-masing,” tukasnya. (ron/yd)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan