SUMENEP, limadetik.com – Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Jawa Timur terus berupaya meningkatan mutu. Buktinya pada 2019 Dinas Pendidikan telah meluncurkan dua program.

Selain program Si Mantap (Sistem Informasi Pelayanan Pendidikan Terpadu), juga meluncurkan program Lamak Teker (alas tikar, Red).

Lamak Teker merupakan sebuah program dalam meningkatkan keimanan dan ketaqwaan para peserta didik. Program tersebut diterapkan bagi peserta didik tingkat Sekolah Dasar (SD). Tujuannya supaya siswa terdidik dengan agama yang baik. Begitu juga siswa mampu mengaji dengan baik dan jauh dari perilaku perilaku yang tidak sesuai dengan norma agama dan hukum.

“Peserta didik saat ini harus pintar mengaji dan paham tentang agama, agar supaya terhindar dari perilaku-perilaku yang tidak sesuai baik dari norma agama maupun hukum. Agar tercipta pendidikan yang aman, tentram dan sejahtera,” kata Plt Kepala Dinas Pendidikan Sumenep, Muhammad Saidi, Rabu (13/3/2019).

Saidi menjelaskan, Lamak Teker dipilah menjadi dua bagian, yakni berbasis lokal dan pesantren. Dalam basis pesantren ini, ada pemisahan kelas antara putra dan putri, selain itu juga pembacaan ayat suci surat yasin sebelum memulai pelajaran, dan wajib diniyah 3 kali dalam seminggu selama 2 jam tatap muka.

Sedangkan yang berbasis lokal setiap hari Selasa semua lembaga pendidikan harus menggunakan Bahasa Madura, dan 5 hari akademik selama proses pembelajaran dengan 1 hari non akademik yang diisi dengan kreatifitas menggambar, mengarang, dan sebagainya.

“Program ini diluncurkan sebagai bentuk menjaga kearifan lokal dan Sumenep merupakan daerah yang memang tidak lepas dari dunia Pesantren,” imbuhnya.(hoki/dyt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here