JAKARATA, Limadetik.com – Badan Nasional PenanggulanganBencana (BNPB) menggelarsosialisasi Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB). Acara untuk memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana yang jatuh pada 26 April ini digelar di car free day (CFD) di Kawasan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (15/4/2018).
Melalui HKB in iselain meningkatkan kesadaran, kewaspadaan dan kesiapsiagaan individu, keluarga dan masyarakat dalam menghadapi risiko bencana, juga untuk meningkatkan partisipasi dan membangun budaya gotong royong, kerelawanan serta kedermawanan para pemangku kepentingan baik di tingkat pusat maupun daerah, menuju Indonesia TangguhBencana.
Kegiatan sosialisasi ini mengambil Tema “Siaga Bencana Dimulai dari Diri Kita, Keluarga, dan Komunitas”.
“Tema ini dipilih, karena berdasarkan penelitian yang dilakukan warga Jepang, di mana masyarakat selamat dari bencana karena kemampuan diri, keluarga, dankomunitas.” kata Kepala BNPB, Williem Rampangilei pada sosialisasi Peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) di Jakarta, Minggu.
“Seseorang itu selamat dikarenakan kapasitas pribadinya 34 persen. lalu 32 persen oleh keluarga, 28 persen oleh orang di sekitarnya, dan seluruhnya kalau dikumpulkan bahwa 95 persen itu ada di komunitas, dari mulai keluarga, kemampuan pribadi, dan komunitas. Oleh karena itu pendekatan kita dalam mewujudkan Indonesia tangguh bencana itu dengan pendekatan pembangunan ketangguhan berbasis bencana,” paparnya.
Willem berharap, Melalui HKB ini selain meningkatkan kesadaran, kewaspadaan dan kesiapsiagaan individu, keluarga dan masyarakat dalam menghadapi risiko bencana, juga untuk meningkatkan partisipasi dan membangun budaya gotong royong, kerelawanan serta kedermawanan para pemangku kepentingan baik di tingkat pusatmaupun daerah, menuju Indonesia TangguhBencana.
“Sebab penanggulangan bencana ini bisa mengoreksi pertumbuhan ekonomi. Jadi dampak bencana sampai bisa mengancam kehidupan masyarakat, bisaberdampak pada pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu kita perlumelakukan in vestasi. Kegiatan kita pada pagi hari ini merupakan investasi itu merupakan bagian investasi kita dalam pengurangan bencana,” pungkasnya.
Dalam Acara Peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) dilakukan juga pemberian piagam penghargaan oleh Kepala BNPB kepada 3 organisasi padatahun 2017 mendukung partisipanter besardalam HKB yakni Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU), Palang Merah Indonesia (PMI) dan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC),
M. Ali Yusuf, Ketua LPBI NU dalam acara tersebut mengatakan bahwa penghargaan yang diberikan BNPB menambah energi postifbagi LPBI NU untuk terus mengabdi dan berpartisipasi dalam kerja-kerja kemanusiaan dalam penanggulanganbencana, penyelamatan lingkungan dan sosialisasi isu-isu perubahan iklim.
Acara dimulai dengan senampagi, diikuti defile drumb band, pawai untuk menjaring komitmen HKB, sosialisasi dan penjelasan tentang HKB, stand up comedy, pemberian apresiasi dan penghargaan bagi partisi pandengan jumlah peserta terbanyak pada HKB 2017 dan penandatanganan komitmen Bersama. (Warta LPBI NU)