BANJARMASIN, Limadetik.com – Sejumlah wali siswa menemani anaknya pada hari pertama masuk sekolah di SD Negeri Pekapuran Raya 5, Senin (167). Hari pertama masuk sekolah tahun ajaran 2018/2019 ini dimulai secara serentak di Indonesia pada hari ini dan diisi dengan silaturahmi pasca libur Lebaran 1439/2018.

Dilansir Beritabanjarmasin.com Senin (16/7/2018) di SD Negeri Pekapuran Raya 5, Jalan AMD Besar, RT32 Banjarmasin, Anak-anak sekolah mulai masuk dan berbaris di halaman sekolah. Mereka melakukam kegiatan rutin hari senin, yakni upacara bendera sekaligus guna mendapat paparan dari kepala sekolah.

Tampak juga murid-murid SD yang baru masuk dan bergabung untuk menimba ilmu di SD Negeri Pekapuran Raya 5 dengan di dampingi orangtuanya masing-masing. Murid-murid baru dan wajah baru itu juga mengisi barisan di halaman sekolah.

“Saya mengantarkan anak saya yang baru masuk di kelas I. Hari pertama ini dia minta diantarkan, karena masih butuh pengenalan terhadap lingkungan sekolah kata guru-gurunya,”kata Dewi Hamidah yang turut mengantarkan anaknya masuk sekolah kemarin.

Untuk tahun ajaran baru di SD Negeri Pekapuran Raya 5 ini tercatat ada 24 siswa baru kelas I. Untuk murid baru ini, dihari pertama wajib masuk dan perkenalan terhadap lingkungan sekolah.

“Untuk penerimaan siswa baru, disekolah kami sampai saat ini tercatat ada 28 calon siswa baru. Namun wali murid yang sudah melakukan daftar ulang baru 24 siswa. Idealnya, disekolah kami kuotanya 31 siswa. Jika ditambah satu orang siswa tidak naik kelas, jadi 30 calon siswa baru yang akan kami penuhi. Jadi guna penuhi kuota tersebut hingga hari ini SDN Pekapuran Raya 5 masih melayani pendaftaran siswa baru,”kata Kepala Sekolah SD Negeri Pekapuran Raya 5, Hj. Mahyuna, S.Pd kepada Beritabanjarmasin.com diruang kerjanya. Senin (16/7).

Kepala sekolah berhijab itu juga menambahkan,  rata rata siswa yang diterima disekolah Pekapuran Raya 5 berusia 6-7 tahun.

“Di sini rata rata siswa yang diterima berusia 6- 7 tahun. Bahkan ada yang  berusia 9 tahun. penyebab terlambatnya anak tersebut menempuh pendidikan disekolah dasar karena fakfor keluarganya yang lalai Dan penyepelakan pendidikan anaknya,” tandasnya. (Edoz/rd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here