BAJARMASIN, Limadetik.com – Kebakaran hutan masih marak terjadi di Kalimantan Selatan. Polda Kalsel mencoba meresponi tingginya keluhan masyarakat terkait kebakaran hutan. Dalam rangka menanggulangi kebakaran hutan dan lahan, Polda Kalsel menggelar gelar Apel pasukan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), di Lapangan Polri Jalan Ahmad Yani Km 21, Lianganggang, Banjarbaru, Kamis (2/8).

Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Rachmat Mulyana mengimbau seluruh perusahaan atau korporasi yang bergerak di perkebunan dan kehutanan untuk mulai siaga dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Karhutla tahun ini jangan sampai terjadi karena berpengaruh terhadap pelaksanaan Asian Games Agustus 2018.

“Mulai tahun ini dan tahun-tahun mendatang tidak ada lagi terjadi kebakaran hutan. Apalagi Indonesia nanti tuan rumah Asian Games, jangan bikin malu wajah Indonesia,” ungkap Rachmat.

Sesuai atensi Presiden Jokowi, kepolisian diposisikan sebagai inisiator penanganan kebakaran hutan dan lahan tersebut. Kebakaran hutan dan lahan serta kabut asap yang pernah terjadi mencapai taraf yang mengkhawatirkan dan berdampak buruk bagi kesehatan masyarakat serta aktivitas ekonomi di Kalsel. Berdasarkan data yang dihimpun Satgas Penanganan Bencana Alam Polda Kalsel yang berkoordinasi dengan BMKG Provinsi Kalsel, titik api yang terpantau dari bulan Mei sampai Juli 2018 tercatat 45 hotspot.

Apel ini untuk mengecek persiapan personel, sarana-prasarana yang dimiliki dan menyatukan pola operasi sebagai tindak lanjut instruksi Presiden tentang peningkatan pengendalian kebakaran hutan dan lahan, serta memberlakukan Operasi kontijensi penanggulangan kebakaran hutan dan lahan oleh Polda Kalsel yang melibatkan seluruh personel Polda Kalsel dan jajaran.

Polisi dengan dua bintang itu menambahkan, Penanganan bencana kebakaran hutan dan lahan, serta kabut asap tidak hanya mengandalkan rekayasa cuaca, baik berupa hujan buatan dan water bombing maupun mengharapkan datangnya musim hujan. Tetapi perlu adanya langkah-langkah penanganan yang komprehensif dan terintegrasi.

“Aksi Pre-emtif kita telah sosialisasi tentang larangan, sanksi hukum ataupun dampak pembakaran lahan/hutan melalui pembinaan dan penyuluhan serta maklumat kapolda tentang larangan membakar hutan dan lahan,” terang Rachmat.

Sedangkan aksi preventif, sambungnya dengan melaksanakan patroli pemantauan wilayah–wilayah rawan terjadi pembakaran hutan/lahan. Aksi penegakan hukum dengan menindak tegas para pelaku pembakar hutan/lahan sampai proses peradilan.

“Dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan, yang penting adalah bagaimana melibatkan seluruh lapisan masyarakat agar mau bersama aparat pemerintah dan aparat keamanan menjaga lingkungan dengan tidak membakar lahan dan hutan untuk kepentingan apapun,” pungkas Rachmat.

Gelar pasukan ini dihadiri Wakapolda Kalsel, para Pejabat Utama dan Kapolres Jajaran Polda Kalsel, Gubernur Kalsel atau yang mewakili, Ketua DPRD Provinsi Kalsel, Kabinda Kalsel, Kepala Kejaksaan Tinggi Kalsel, Ketua Pengadilan Tinggi Kalsel, Danrem 101/Antasari, Danlanud, Danlanal, Kepala Basarnas Kalsel, Pimpinan PT. Angkasa Pura 1 Syamsudin Noor, Kepala BPBD Kalsel, Ketua Senkom Mitra Polri Kalsel, Ketua Kelompok Masyarakat Peduli Api, para personil TNI Polri dan para tamu undangan lainnya. (edoz/rd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here