Opini

I’tikad Baik Bupati Sumenep di Cederai Habis Diskoperindag

×

I’tikad Baik Bupati Sumenep di Cederai Habis Diskoperindag

Sebarkan artikel ini
I'tikad Baik Bupati Sumenep di Cederai Habis Diskoperindag
FOTO: M.Faizi, Aktivis MPR Madura Raya

I’tikad Baik Bupati Sumenep di Cederai Habis Diskoperindag

Oleh : M.Faizi
Pengeruk Kemusykilan Birokrasi dan Anak Asuh MPR Madura Raya

___________________________

OPONI – Catatan ini sengaja kami paksakan hadir di ruang publik notabene pelataran Bumi Sumekar yang akhir-akhir ini postur birokrasi beserta jajaran organisasi perangkat daerahnya tengah subur memungut tropi reward teriring prestasi gemilang yang berhasil ditorehkan.

Tak ayal, semerbak aroma kasturi terhadap tagline Bismillah Melayani kian ranum dan membias ke relung hati masyakarat. Alhasil, dalam kurun waktu kurang lebih dua tahun, kepemimpinan Achmad Fauzi berhasil torehkan sejibun prestasi gemilang diantaranya, Pemerintah Kabupaten Sumenep mendapatkan penghargaan Universal Health Converage (UHC) dari pemerintah pusat.

Sebagai salah satu Kabupaten atau Kota yang komitmen mendukung program jaminan kesehatan masyarakat, pun juga menerima penghargaan dari PT. Jawa Pos Media (JTV) sebagai satu-satunya kepala daerah yang sukses memimpin di tengah krisis kategori “membangun optimisme melalui kearifan lokal dan budaya”.

Terbaru, orang nomor satu di ujung timur pulau Madura ini berhajat mengaktifkan kembali jalur kereta api Madura, hal itu disampaikannya di saat Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menkopolhukam Mahfud MD dan Ketua Banggar RI Said Abdullah tengah lakukan kunjungan ke kota keris ini.

Ditambah pula, sebagai pelengkap komplit, unjuk prestasi pun berhasil ditorehkan oleh jajaran organisasi perangkat daerahnya misal salah satunya di ujung tahun 2022 Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) berhasil torehkan Predikat A Akuntabilitas Kinerja tahun 2022 dan penghargaan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten setempat yang menyelesaikan Dokumen Manajemen Resiko tahun 2022 dengan tepat waktu dan lengkap.

Alhamdulillah berkat keuletan berpikir dan semangat simbiosis mutualismenya, citra bumi Sumenep yang di nahkodai Achmad Fauzi ternilai melambung baik.

Namun, sayang seribu sayang, di tengah laju spirit dan i’tikad baik memulihkan citra dan membangun kepercayaan totalitas publik, nuansa kolam Sumenep sengaja dibuat keruh oleh ulah salah satu organisasi perangkat daerahnya yakni Dinas Koperasi dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Sumenep sebagai biangnya.

Pasalnya, Diskoperindag kepincut polemik berkepanjangan perihal Revitalisasi Pasar Ganding yang hingga saat ini tidak kunjung selesai – larut hingga tahun 2023, padahal sudah jelas, berdasar surat edaran dari Menteri, batas akhir pengembalian pembayaran berakhir pada bulan Juli tahun 2023. Namun, hingga saat ini pembayaran tersebut masih mangkrak di angka Rp. 490 juta – mengambang tidak jelas kapan lunasnya.

Pertanyaannya, kemanakah hati nurani Kadiskoperidag selama ini, kok belum lakukan tindakan pada pihak ketiga yakni PT. Sumekar Abadi, padahal di duga kuat akibat dari reaksinya , hal itu sudah masuk pada tindak pidana korupsi.

Hati Nurani Kadiskoperindag Membusuk dan Mencederai I’tikad baik Bupati Fauzi

Mengutip Margarita Manyo, Seorang Profesor ahli kepemimpinan dalam bukunya Yours Truly (2018) mengatakan, bahwa pemimpin otentik adalah orang-orang positif dengan konsep diri yang jujur dan mempromosikan keterbukaan.

Dengan kata lain, seseorang dengan kepemimpinan ini harus mampu jujur pada dirinya sendiri dan anggotanya terkait nilai apa yang hendak dibawa agar dapat bekerja sama secara efektif dan maksimal.

Patut diduga otentisitas hati nurani dan kepemimpinan Chainur Rasyid sebagai Kepala Diskoperindag dipertanyakan, karena tidak bisa melakukan kerjasama team yang baik untuk membangun kota Sumekar setingkat lebih baik. Pasalnya, Inung sapaan akrabnya hingga saat ini belum bisa mengentaskan persoalan internalnya dan belum juga dikategorikan sebagai pendekar kesatria sebelum bisa menindak pihak ketiga.

Padahal, jelas kesalahannya nampak di depan mata. Selain itu juga, Pangkat yang diembannya saya nilai bersifat formalitas belaka, masak leading sektor kalah sama kontraktor?. Hingga tak salah kalau saya katakan “Hati Nurani Chainur Rasyid Membusuk dan Mencedarai i’tikad baik Bupati”

Dan secara tidak langsung, otentisitas mengabdi dari seorang Inung kepada publik notabene terhadap Implementasi dari Jargon Bupati Bismillah Melayani tidak murni dilakukan sepenuh hati.

Oleh karena itu, Copot saja KEPALA DINAS KOPERASI DAN PERDAGANGAN DARI JABATANNYA.
___________________________
Disclaimer: Seluruh isi tulisan ini sepenuhnya tanggaung jawab penulis