ilustrasi

SUMENEP, Limadetik.com – Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya akhirnya menjatuhkan vonis kepada Kepala Desa Poteran Kecamatan Talango, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Suparman.

Dia merupakan tersangka kasus penyelewengan korupsi beras untuk rakyat sejahtera (Rastra) dijatuhi hukuman 2 tahun penjara dan denda Rp 50 juta subsider 1 bulan kurungan.

Kasi Pidsus Kejari Sumenep, Herpin Hadat, menjelaskan bahwa yang bersangkutan juga diharuskan memberikan uang pengganti atau kerugian negara sebesar 260 juta 100 ribu 400 rupiah. Namun hingga saat ini belum melakukan konfirmasi tentang pembayaran denda dan uang pengganti itu.

“Jika sampai 1 tahun sejak putusan Pengadilan Tipikor Surabaya ditetapkan, kami bisa melakukan penyitaan dan pelelangan terhadap harta benda dari terdakwa sebagai pengganti,” tegasnya, Kamis (21/12/2017).

Hanya saja, sambung pria yang karib disapa Sarpin, dari putusan tersebut, denda Rp 50 juta bisa diganti dengan masa kurungan 1 bulang dan uang pengganti sebesar Rp 260 Juta itu bisa diganti dengan masa kurungan 3 bulan lamanya.

Sebagaimana diberitakan, Suparman dilaporkan oleh warganya tentang adanya dugaan penyelewengan rastra pada tahun anggaran 2014. Sebab pendistribusian rastra yang dalam setahun sebanyak 14 kali, didistribusikan kepada 823 penerima manfaat dibawah 10 kali.

Maka dari itu, Kejaksaan Negeri Sumenep terus memproses secara hukum dengan melakukan pemanggilan terhadap beberapa saksi untuk dimintai keterangan. Hingga akhirnya, Suparman ditetapkan sebagai tersangka hingga ditahan. (Hoki/yd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here