SUMENEP, LimaDetik.Com – Himpunan Mahasiswa Sapeken Sumenep (Himpass) tuding Bupati Achmad Fauzi dan Wakil nya Hj.Dewi Khalifah mengabaikan janji politiknya dan menganak tirikan masyarakat Sapeken karena pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) tahun 2020 lalu kalah dalam perolehan suara di Kepulauan Sapeken.
Hal itu diungkapkan Ketua Himpass, Sahrul Hubairi, ia mengatakan pihaknya sudah cukup baik-baik memohon waktu orang nomer satu di Kabupaten Sumenep tersebut untuk melakukan audiensi terkait kelistrikan dan telekomunikasi di Kepulauan Sapeken yang hingga gini belum bisa dinikmati masyarakat.
“Kami sudah ketiga kalinya melakukan aksi, walaupun pada awalnya Himpass sudah meminta waktu Achmad Fauzi sebagai Bupati Sumenep untuk melakukan audiensi terkait listrik yang hanya tiangnya saja terpasang sejak 3 tahun lalu dan telekomunikasi yang hingga saat ini masih tidak jelas. Tapi tidak pernah direspon Bupati” kata Sahrul, Rabu (30/6/2021) saat ditemui media ini.
Menurut Sahrul, persoalan listrik dan telekomunikasi (tower) ini merupakan sesuatu yang cukup urgen, mengingat saat ini keduanya (listrik-tower) merupakan bagian dari tidak dapat terpisahkan dari kebutuhan masyarakat.
“Bisa kita bayangkan, bagaimana kami masyarakat kepulauan ketika malam tiba kegelapan dan tidak adanya sinyal saat orang tua akan menghubungi anak-anaknya yang sedang berada diluar daerah, belum lagi orang yang punya usaha, tentu semuanya membutuhkan listrik dan sinyal yang memadai” tandasnya.
Lebih lanjut Sahrul mengatakan, sangat tidak masuk akal ketika sudah kesekian kalinya mereka (himpass, red) melakukan aksi ke kator Bupati Sumenep selalu dikatakan tidak ada di kantornya atau sedang keluar. Tentu ini sebuah ironi sang pemimpin yang seharusnya bisa menyempatkan diri menemui rakyatnya justru selalu alibi.
“Bisa kita bayangkan, masa ketika kami (Himpass) yang representatifnya adalah perwakilan rakyat kepulauan sapeken ketika hendak mau nemui orang tuanya yakni bapak Bupati Achmad Fauzi selalu dikatakan tidak ada di tempat, ini ada apa, kan lucu jadinya” ungkap Sahrul.
“Atau jangan-jangan Bupati Sumenep ini ngambek dan sengaja mengabaikan warga kepulauan sapeken karena kalah pada pilbup 2020 lalu di kecamatan sapeken. Terus kalau begini janji politiknya dimana” tambahnya.
Pihaknya tambah Sahrul, sudah sepakat dengan sejumlah Kepala Desa di Kecamatan Sapeken akan terus mengawal dan mendesak pemerintah daerah dalam hal ini Bupati Sumenep agar segera menyelesaikan persoalan kelistrikan dan telekomunikasi di Kepulauan Sapeken.
“Kami juga ingin diperlakukan sama dengan kepulauan lainnya saat mengeluhkan persoalan kelistrikan, bukan malah diabaikan dan dianggap sepele oleh Bupati Sumenep. Bahkan sama sekali tidak dianggap” harapnya.
Terakhir Sahrul berjanji, bahwa pihaknya akan terus melakukan aksi, bahkan akan lebih besar lagi jika apa yang diinginkan masyarakat kepulauan sapeken tidak direspon Bupati Sumenep Achmad Fauzi.
“Akan terus kami kawal, bahkan kami akan melakukan aksi besar-besaran kalau Bupati Achmad Fauzi tidak memberikan resopon yang positif layaknya merespon kepulauan pemuda Giliraja yang ditemui langsung Bupati Sumenep” tukasnya.
(yd/ls)