“Kelam Duniaku Matipun Aku Tak Mau”

Penulis: Andy.k

ARTIKEL – Dikisahkan pada Zaman dahulu ada seorang Pemuda tiga Bersaudara yang terlahir dari kedua Orang tua yang Kaya Raya disebuah Pulau terpencil yang jauh dari keramayan sudut Kota Metropolitan.

Tiga bersaudara ini menjadi sebuah harapan bagi garis keturunan kebangsawanannya yang akan meneruskan tahta yang akan mendatang.

Ironis siapa sangka dan tidak dapat diprediksi harapan tersebut kelam bagai air mengalir menyusuri aliran Sungai jauh mengalir entah kemana

Bagaimana tidak tiga bersaudara ini yang hidup sebagai anak pulau yang kesehariannya di waktu kecil hanyalah bisa melihat Luasnya lautan yang membentangi Dirinya

Suatu ketika dirinya bertanya tanya akan kah dirinya bisa mengembangkan usaha milik orang tuanya,,!!

Sementara keadaan rotasi perekonomian kedua Orang tuanya tahun demi tahun usahanya tersebut mengalami kemunduran

Apakah yang terjadi,,! masalah apakah yang menimpah keluarga besar yang selama ini dituankan oleh banyak orang sekitar kini memudar

Namun roda berputar, Dunia menyawab, takdir berkata lain bahwa Harta, tahta, jabatan, kekuasan tidak akan melekat seperti paku yang tertancap di Gedung

Di balik itu sejarah keluarga tiga bersaudara ini mencatatnya “kegagalan bukanlah sebuah alasan untuk meraih kembali kesuksesan”

Tahun demi tahun mereka lalui bersama dengan ditinggalkan gelapnya cahaya rembulan yang semula cahaya tersebut selalu menerangi kehidupannya kini menjadi gelap gulita

Kisah yang mengharuhkan bagi ketiga bersaudara ini, ditambah hilangnya Ibunda tercinta Jauh meninggalkan muara sentuhan kasih sayangnya

Ibunda ketiga bersaudra ini meninggal Dunia faktor Penyakit kengker yang dideritanya selama bertahun tahun semenjak kebangkrutannya membuat ibu dari tiga bersaudara meninggalkannya

Bertambalah derita yang mereka jalaninya hingga di tahun berikutnya kakak yang paling tua tak kuasa memikirkannya

Bagaimanakah nasib dirinya beserta adik adiknya untuk selanjutnya..!!

“Kisah menjawab bahwa nasib seseorang yang hidup di Dunia ini bukan ditentukan oleh Manusianya akan tetapi adalah yang mengaturnya”.

(Publikation tim LD)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.