Daerah

Kelangkaan BBM di Kepulauan Sapudi Lumpuhkan Aktivitas Warga Sejak Awal Pekan

×

Kelangkaan BBM di Kepulauan Sapudi Lumpuhkan Aktivitas Warga Sejak Awal Pekan

Sebarkan artikel ini
Kelangkaan BBM di Kepulauan Sapudi Lumpuhkan Aktivitas Warga Sejak Awal Pekan
Ilustrasi SPBU Mini

Kelangkaan BBM di Kepulauan Sapudi Lumpuhkan Aktivitas Warga Sejak Awal Pekan

LIMADETIK.COM, SUMENEP – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Kepulauan Sapudi, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mulai berdampak serius terhadap aktivitas masyarakat. Kondisi ini dilaporkan terjadi sejak Senin, 30 Maret 2026, dan masih berlangsung hingga Kamis, 2 April 2026.

Sejumlah warga mengaku kesulitan mendapatkan BBM, baik jenis bensin maupun solar, yang selama ini menjadi kebutuhan utama untuk transportasi dan aktivitas ekonomi sehari-hari.

Salah satu warga Sapudi, Rahman (42), menyebut kelangkaan ini sangat mengganggu mobilitas masyarakat, terutama bagi nelayan dan pedagang kecil.

“Sudah beberapa hari ini kami kesulitan mencari bensin. Kalau pun ada, harganya jauh lebih mahal dari biasanya. Aktivitas melaut jadi terhambat,” ujarnya saat ditemui di Kecamatan Gayam, Kamis (2/4/2026).

Hal senada disampaikan oleh Siti Aminah (35), seorang pedagang di pasar tradisional setempat. Ia mengaku distribusi barang dagangannya ikut terganggu akibat sulitnya mendapatkan BBM untuk transportasi.

“Biasanya suplai barang lancar, tapi sekarang tersendat karena kendaraan pengangkut juga kesulitan bahan bakar. Kami jadi ikut merugi,” ungkapnya.

Warga menduga kelangkaan ini disebabkan oleh keterlambatan distribusi BBM ke wilayah kepulauan, yang selama ini memang bergantung pada pasokan dari daratan utama. Selain itu, kondisi cuaca dan terbatasnya armada pengangkut juga disebut menjadi faktor penghambat.

Masyarakat berharap pemerintah daerah dan pihak terkait segera mengambil langkah cepat untuk mengatasi persoalan ini agar aktivitas ekonomi dan kehidupan sehari-hari dapat kembali normal.

“Harapan kami pemerintah segera turun tangan. Jangan sampai kondisi ini berlarut-larut karena sangat menyulitkan kami sebagai masyarakat kecil,” tambah Rahman.

Hingga berita ini diturunkan, Kabag ESDA Sumenep, Dadang Deddy Iskandar belum memberikan respon saat dihubungi melalui no handphone nya untuk memberikan keterangan resmi mengenai penyebab pasti serta solusi atas kelangkaan BBM di Kepulauan Sapudi tersebut.