PAMEKASAN, Limadetik.com — Sekretaris Jenderal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), Anwar Sanusi menyatakan, program bursa inovasi desa yang digagas Pemkab Pamekasan, Jawa Timur bisa berdampak secara nasional.
“Ini akan menjadi bagian yang sangat penting untuk mempercepat pembangunan di desa. Saya yakin program ini akan memberikan dampak bagi Jawa Timur dan Indonesia pada umumnya,” kata Anwar Sanusi saat menyampaikan sambutan melalui telpon seluler Bupati Pamekasan Baddrut Tamam pada pembukaan acara program bursa inovasi desa di Pendopo Ronggosukowati Pemkab Pamekasan, Rabu (24/10/2018).
Anwar menilai, program inovatif yang dicanangkan Pemkab Pamekasan ini, kedepan akan menjadi sarana efektif untuk membangun kompetisi sehat antar desa yang ada di Pamekasan.
Kemendes juga menilai, Pemkab Pamekasan dibawah kepemimpinan Baddrut Tamam mampu menerjemahkan pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2016 tentang Desa secara kreatif.
“Tentu sudah banyak sekali capaian di Kabupaten Pamekasan. Kita berharap, capaian bisa ditularkan kepada desa-desa yang lain, dan bursa desa inovatif ini merupakan sarana efektif,” katanya, menjelaskan.
Bupati Pamekasan Baddrut Tamam menyatakan, bursa desa inovatif ini sengaja dicanangkan untuk mendukung program peningkatan ekonomi masyarakat desa dan menciptakan daya saing kompetitif.
“Kami menginginkan konsep ‘global village/ desa global’ menjadi konsep yang membumi dan oleh karena itu bursa desa inovatif ini kita canangkan,” katanya, menjelaskan.
Sementara itu di Kabupaten Pamekasan ada sebanyak 178 desa yang tersebar di 13 Kecamatan. Dari jumlah itu baru ada beberapa desa saja yang mampu melakukan upaya-upaya inovatif dalam memajukan perekonomian masyarakat di desanya, dan memanfaatkan teknologi informasi sebagai sarana usaha.
“Kami yakin melalui program terpadu dan inovatif ini, Pamekasan bisa lebih baik, sehinggi cita ideal Pamekasan menjadi rajhe, bajhre tor parjughe bisa segera terwujud pula,” kata Bupati Pamekasan Baddrut Tamam. (PW/yd)