Nasional

Khitan Massal di Desa Semaan, Bentuk Pengabdian Mahasiswa KKN-T Universitas Trunojoyo Madura

×

Khitan Massal di Desa Semaan, Bentuk Pengabdian Mahasiswa KKN-T Universitas Trunojoyo Madura

Sebarkan artikel ini
Khitan Massal di Desa Semaan, Bentuk Pengabdian Mahasiswa KKN-T Universitas Trunojoyo Madura
FOTO: Kegiatan khitanan massal bersama Mahasiswa KKN-T Universitas Trunojoyo Madura di Desa Semaan Kecamatan Dasuk

LIMADETIK.COM, SUMENEP – Prosesi Khitan Massal adalah salah satu kegiatan Pengabdian Masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa KKN-T Universitas Trunojoyo Madura. Acara tersebut diadakan di Desa Semaan, Kecamatan Dasuk, Kabupaten Sumenep, Minggu (08/01). Khitan Massal yang diselenggarakan ini berlangsung pukul 08.30 WIB hingga selesai.

Khitan Massal ini sebagai bentuk pengabdian terhadap masyarakat dilakukan oleh mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura dengan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Ach. Dafid., S.T., M.T. Acara ini bertujuan untuk membantu masyarakat Desa Semaan. Respon positif ditunjukkan oleh masyarakat sekitar saat mengetahui akan ada khitanan gratis dengan hanya menyerahkan fotokopi kartu keluarga.

“Kami melaksanakan Khitan Massal tahun 2023 ini untuk memberikan bantuan gratis pada 20 anak. Kami juga sangat bersyukur terhadap respon warga desa yang antusias dengan adanya acara ini.” ujar Nur Habibatul Aliyah, Ketua Pelaksana Khitan Massal.

Yayasan Sunat Gratis Indonesia (SGI) turut andil dalam membantu proses Khitanan Massal. Metode yang digunakan dalam acara ini sudah menggunakan laser sehingga durasi yang dibutuhkan lebih singkat. Mereka juga memberi informasi seputar khitanan, seperti tidak adanya larangan dalam mengkonsumsi sebuah makanan selagi anaknya tidak memiliki alergi.

“Sebenarnya tidak ada larangan untuk anak yang sesudah khitan dalam memakan makanan yang mengandung protein hewani. Jika anaknya tidak memiliki alergi boleh saja memakan itu.” Jelas Ainur Rofiq, pihak dari Sunat Gratis Indonesia (SGI).

Kegiatan ini mendapat dukungan dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) berupa sarung. Lembaga Manajemen Infaq (Laznas LMI) juga memberikan uang saku, peralatan sekolah, dan makanan (air, roti, dan makanan kaleng). Bantuan itu diberikan kepada seluruh peserta khitan.