Nasional

Mengintip Strategi RB. Fattah Jasin Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Sumenep

×

Mengintip Strategi RB. Fattah Jasin Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Sumenep

Sebarkan artikel ini
IMG 20201030 WA0049 e1604047705304
Foto: Cabup RB. Fattah Jasin dan Cawabup KH. Muhamad Ali Fikri saat berada di atas kapal (Hoki)

SUMENEP, limadetik.com – Pemerintah Sumenep, Jawa Timur perlu meningkatkan kinerja untuk meningkatkan taraf hidup rakyatnya. Pasalnya, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2019, Sumenep menjadi kabupaten termiskin kedua di Jawa Timur setelah Sampang.

Jumlah penduduk miskin di kabupaten yang memiliki 126 pulau ini 19, 48 persen. Sedangkan Sampang 20, 71 persen berada di garis kemiskinan.

Meski demikian, Calon Bupati Sumenep, RB. Fattah Jasin optimis mampu membawa Sumekar lebih baik tingkat kesejahteraan masyarakatnya dengan beberapa strategi yang akan direalisasikan apabila pada 9 Desember nanti keluar sebagai pemenang.

“Memang tidak mudah mengangkat derajat masyarakat yang berada dalam situasi yang hampir 20 persen penduduknya miskin,” katanya, Jumat (30/10/2020).

Tetapi, mantan Kadishub Jawa Timur memiliki beberapa strategi agar Kabupaten dengan lambang Kuda Terbang lebih sejahtera. Pertama, infrastruktur menjadi prioritas. Orang berusaha membutuhkan infrastruktur yang menunjang perekonomian.

“Ekonomi yang tumbuh di suatu wilayah pasti karena didukung infrastruktur yang baik. Tidak mungkin ekonomi berkembang tanpa adanya Infrastruktur yang baik. Terutama jalan dan dermaga untuk kepulaun, misalnya,” ujarnya.

Kedua, untuk jangka panjang dan menengah, Pemerintah harus hadir untuk memprogramkan Sumber Daya Manusia (SDM). Agar masyarakat mampu menggerakkan dirinya dan lingkungannya dalam bidang ekonomi dan manajemen. Sebab, Sumenep memiliki Sumber Daya Alam (SDA) yang luar biasa melimpah.

Untuk meningkatkan perekonomian masyarakat yang ketiga, sambung cabup yang berpasangan dengan KH. Muhamad Ali Fikri sebagai Cawabup, adalah pelayanan publik harus maksimal. Sehingga rakyat yang akan berusaha cepat terlayani.

“Dengan begitu otomatis kemiskinan akan berkurang. Karena usaha yang difasilitasi ijinnya, akan menyerap tenaga kerja di dalamnya. Dengan sendirinya kemiskinan akan berkurang,” tukasnya.

(hoki/yd)