Scroll Untuk Membaca Artikel
Opini

Multikultural di Era Globalisasi

×

Multikultural di Era Globalisasi

Sebarkan artikel ini
Desyanti Eka Putri

Oleh : Desyanti Eka Putri
Prodi: Manajemen
Universitas PGRI Kanjuruhan Malang
___________________________

Pengantar

OPINI – Indonesia merupakan salah satu negara yang mempunyai keberagaman akan budaya, serta mempunyai wilayah yang sangat luas. Keberagaman budaya, agama, suku, ras dan bahasa di Indonesia merupakan kenyataan Historis dan sosial yang harus dipelihara dan dijaga keberlangsungannya. Multikultural dapat kita pahami sebagai pandangan dimana biasa dikenal dengan ragam kehidupan dunia selain itu juga kebijakan kebudayaan yang menekankan penerimaan terhadap banyaknya keragaman dan berbagai macam kebudayaan yang ada didalam masyarakat. Masyarakat menganggap bahwa jumlah perbedaan yang ada pada satu masyarakat merupakan bagian dari identitasnya. Konsep multikultural mengakui adanya perbedaan-perbedaan dalam identitas yang juga berbeda.

GESER KE ATAS
SPACE IKLAN

Pendahuluan

Di Indonesia globalisasi adalah salah satu perkembangan yang mempengaruhi terhadap munculnya berbagai macam perubahan tatanan di dunia. Pengaruh dari globalisasi ini dapat mengakibatkan berbagai macam hambatan. Globalisasi ini mengacu untuk seluruh kegiatan yang dilakukan masyarakat dunia dimana hubungan sosial di seluruh dunia dihubungkan ke daerah terpencil dengan berbagai cara. Multikulturalisme ini lebih menekankan relasi antar kebudayaan dengan keberadaan suatu budaya harus mempertimbangkan keberadaan kebudayaan lainnya.

Menurut Haviland, multikultural diartikan sebagai pluralitas kebudayaan dan agama, dimana jika kita memelihara pluralitas ini kita akan mencapai kehidupan yang ramah dan menciptakan kebudayaan. Pluralisme kebudayaan multikulturalisme berarti penolakan akan kefanatikan, purbasangka, rasialisme dan menerima secara inklusif keberagaman yang ada (Haviland, 1988).

Menurut Bikhu Parekh bahwa multikultultural mengandung tiga komponen, yakni, pertama, konsep ini berkaitan dengan kebudayaan; kedua, konsep ini mengacu kepada pluralitas kebudayaan; dan ketiga, konsep ini mengandung cara tertentu untuk merespons pluralitas itu. Oleh sebab itu, multikulturalisme bukanlah sebuah doktrin politik pragmatik melainkan bagaimana cara pandang atau ideologi dalam kehidupan sehari – hari (Bikhu Parekh, 2001).

Indonesia adalah salah satu negara yang multikultural terbesar didunia, kebenaran dari pernyataan ini dapat dilihat dari sosio kultur maupun geografis yang begitu beragam dan luas. Dengan jumlah yang ada diwilayah NKRI sekitar kurang lebih 13.000 pulau besar dan kecil, dan jumlah penduduk kurang lebih 200 juta jiwa,terdiri dari 300 suku yang menggunakan hampir 200 bahasa yang berbeda. Selain itu juga menganut agama dan kepercayaan yang beragam seperti Islam, Katholik, Kristen protestan, hindu, budha, konghucu, serta berbagai macam kepercayaan (Diknas, 2004).

H. A. R. Tilaar mengungkapkan bahwa globalisasi dapat melahirkan kebudayaan yang bersifat monoisme kebudayaan atau monokulturalisme dimana menyebabkan imperialisme kebudayaan barat dan ini menjadi nilai – nilai intrinsik dan nilai instrumental dalam masyarakat yang semakin terkikis sejalan dengan arus globalisasi.

Multikulturalisme di Indonesia membutuhkan solidaritas antar sesama manusia untuk terciptanya solidaritas antar masyarakat sekitar. Menurut Emile Durkheim yang dikutip oleh Robert M.Z Lawang (1985, 63), bahwa solidaritas sosial adalah keadaan saling percaya antar anggota kelompok atau komunitas. Adanya solidaritas yang kuat dan selalu berpegang teguh terhadap nilai gotong-royong, menjadikan Indonesia tetap aman dan kuat. Akibat arus globalisasi yang masuk dengan tidak seimbang dan ketidakmampuan dalam memfilter budaya yang masuk dari luar akan menjadi salah satu faktor penyebab pudarnya jati diri masyarakat.

Rumusan Masalah

Perubahan budaya didalam era globalisasi

Pembahasan

Perubahan Budaya didalam era globalisasi

Di era globalisasi seperti ini perubahan budaya yang di alami oleh Indonesia sangat signifikan sehingga perubahan ini menimbulkan pro dan kontra dalam budaya di Indonesia. Menurut pendapat orang yang berpendapat pro mereka menyebut bahwa dengan adanya hal ini merupakan suatu bentuk campur tangan antar negara luar yang mengakibatkan banyak sekali perbedaan sedangkan menurut mereka yang kontra berpendapat bahwa dengan adanya globalisasi ini membuat Indonesia semakin maju dan berkembang.

Kebudayaan yang dimiliki setiap bangsa banyak yang mengarah kepada globalisasi sehingga hal ini membuat terlibatnya manusia secarah menyeluruh. Seperti halnya dalam dunia hiburan sudah sangat terasa bahwa mereka mengikuti era globalisasi. Seperti sekarang ini kita dapat melihat tayangan film maupun siaran di tv dari berbagai negara maju dan juga siaran tv internasional yang bisa ditayangkan melalui parabola yang saat ini banyak sekali dimiliki oleh masyarakat sekitar.

Dan juga banyak sekali kesenian dari berbagai daerah di Indonesia yang dapat kita lihat melalui jejaringan internet dan lainnya. Hal yang terjadi saat ini membuat kesenian daerah menjadi tersisihkan dari masyarakat yang mana kesenian ini sangat bermakna bagi negara Indonesia.

Seperti yang sudah kita ketahui pada kesenian etnis Indonesia baik yang rakyat maupun bukan rakyat, selalu berkaitan erat dengan ritual yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Dengan adanya perubahan sosial yang meningkat ini mengakibatkan kesenian yang kita miliki tergeser ke arah kesenian yang komersial. Seperti halnya kesenian yang bersifat ritual mulai terisngkirkan selain itu kesian juga dapat kehilangan fungsinya.

Perkembangan teknologi yang maju membuat alternatif pilihan hiburan yang lebih beragam bagi masyarakat luas. Dari hal ini berakibat masyarakat menjadi tidak tertarik lagi melihat berbagai macam seni pertunjukan tradisional yang sebelumnya sangat melekat dengan kehidupan sehari-hari mereka.

Solusi

Dengan adanya hal ini pasti akan ada sisi positif dan negatifnya untuk itu kita sebagai masyarakat yang tau tentang hal ini, maka harus tetep menjaga kelestarian budaya yang ada. Hal yang bisa kita lakukan untuk menjaga budaya ini yaitu dengan meningkatkan sumber daya manusia agar tetap maju dan berkembang. Kita juga harus bisa mempelajari budaya lokal dan juga kesenian yang ada di dalamnya kemudian kita terapkan dimasyarakat agar budaya di Indonesia tidak hilang dan tetap maju.

Kesimpulan

Dari yang kita ketahui bahwa budaya di Indonesia sangatlah penting bagi masyarakat, terutama bagi warga yang masih sangat kental akan budaya dan kesenian yang mereka miliki, diera globalisasi seperti ini banyak sekali hal yang membuat budaya jadi tidak seperti dulu lagi. Kebudayaan yang ada di Indonesia ini jika dapat dikelola dengan baik seperti dijadikan pariwisata yang mana dapat menjadikan sumber pendapatan bagi pemerintah baik pusat ataupun daerah. Untuk itu kita sebagai masyarakat Indonesia harus tetap melestarikan kebudayaan yang ada didalamnya agar tidak hilang dan dapat berkembang dengan pesat.

× How can I help you?