PAMEKASAN, Limadetik.com – Meski status darurat bencana kekeringan di Kabupaten Pamekasan masih berakhir bulan November ini, namun badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) Kabupaten setempat telah mempetakan dareah yang rawan berpotensi terjadi bencana alam di musim hujan tahun ini hingga 2019 mendatang.

“Titik-titik rawan sesuai dengan jenis dan potensi bencana itu seperti puting beliung di wilayah selatan, diantaranya Kecamatan Tlanakan, Pademawu, Larangan, Galis, Kadur, daerah ini rawan terjadi angin kencang,” kata Akmalul Firdaus, Rabu (28/11/2018) di Pamekasan.

Selanjutnya, untuk banjir sebenarnya merupakan luapan air sungai ke daerah perkotaan. “Termasuk daerah terdampak seperti Kelurahan Patemon, Desa Laden, Parteker, Jung cangcang, Jalmak,  Sumedangan, dan Lemper,” katanya.

Sementara, titik-titik daerah yang rawan berpotensi longsor masuk di area tengah, diantaranya, Kecamatan Pegantenan, Kadur, Waru, sebagian Kecamatan Palengaan.

“Artinya yang secara geografis itu daerah yang banyak perbukitan,” jelas Firdaus.

Kemudian, wilayah utara seperti Kecamatan Pasean dan Batumarmar itu potensi bencananya tidak terlalu besar seperti wilayah tengah dan selatan. Seperti angin kencang maupun longsor.

Mengantisipasi potensi bencana tersebut, BPBD  mensosialisasikan melalui media cetak, radio maupun online, bahkan grup WhatsApp (WA) yang anggotanya terdiri dari berbagai instansi, tokoh masyarakat serta Jurnalis untuk menghimbau kepada masyarakat agar mewaspadai bahaya bencana alam di musim hujan ini, terutama wilayah yang berpotensi terjadi bencana.

“Memasuki musim penghujan ini, misalnya ada kejadian sepeti angin kencang, puting beliung, longsor maupun banjir, agar masyarakat maupun tokoh setempat segera melaporkan kepada kami,” pinta Akmalul Firdaus. (arf/rd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here