https://limadetik.com/

OPINI: Ibu, Pejuang Dalam Keluarga

  • Bagikan
IMG 20201221 WA0076

Oleh: Muhammad Soetanto Arrafad (Kabiro media online Limadetik.com Jawa Timur)


Kasih ibu kepada beta tak terhingga sepanjang masa Hanya memberi, tak harap kembali. Bagai sang surya menyinari dunia.

https://limadetik.com/

Tanggal 22 Desember merupakan tanggal yang sangat istimewa. Karena pada tanggal tersebut diperingati sebagai hari ibu. Beliau yang melahirkan kita, merawat, membimbing sampai dewasa. Seperti sepenggal lagu di atas tentang kasih sayang seorang ibu kepada anaknya.

Ibu adalah pejuang dalam keluarga, rela berkorban demi anaknya, keluarga, bisa kita bayangkan apabila kita setelah lahir di tinggal sang ibu, tentu itu hal yang menyedihkan sekali. Tanpa ada kasih sayang dari ibu, terasa amat sangat kering. Beliau yang rela mengandung kita selama sembilan bulan, melahirkan dengan taruhan nyawa, rela berkorban anaknya yang selamat beliau yang meninggal saat melahirkan.

Demi anak-anaknya rela berbohong hanya untuk membahagiakan sang anak. Saat kecil sering ibu berkata ibu masih kenyang tadi sudah makan padahal ibu dari tadi belum makan. Demi anak rela kelaparan. Saat anak sudah bekerja sering kita dengar simpanlah uang untuk nanti kalau menikah, ibu masih ada banyak, padahal uang di ibu tinggal sedikit bahkan mungkin sudah habis. Saat sakit ibu dibawa ke dokter akan dijawab ibu hanya sakit biasa saja. Demikian saat anak sudah berumah tangga ibu diajak akan dijawab ibu senang tinggal di rumah ini, padahal rumahnya sudah tua bocor di sana sini.

Seperti lagu kasih ibu, beliau selalu memberi yang terbaik untuk anak-anaknya tanpa meminta imbalan. Sekian lama dalam perut ibu, sekian lama anak hanya diberi asi, sekian lama dimandikan, disuapi kalau makan dan lainnya. Inilah perjuangan ibu yang rela berkorban untuk anak-anaknya.

Ingatkah kita akan kasih sayang ibu? Cintailah ibumu selama masih ada. Sayangilah ibumu seperti menyayangi keluarga. Tanpa ibu tidak akan pernah ada kita, tanpa ibu tidak akan ada kasih sayang. Jangan seperti pepatah seorang ibu mampu merawat sepuluh anak tapi sepuluh anak belum tentu mampu merawat seorang ibu.

Selamat hari ibu. Anakmu mencintaimu, menyayangi mu selalu.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan