Headline News

Pasca Covid-19, Pengunjung Wisata di Sumenep Masih Belum Maksimal, Perlu Perhatian Pemerintah

×

Pasca Covid-19, Pengunjung Wisata di Sumenep Masih Belum Maksimal, Perlu Perhatian Pemerintah

Sebarkan artikel ini
Pasca Covid-19, Pengunjung Wisata di Sumenep Masih Belum Maksimal, Perlu Perhatian Pemerintah
FOTO: Wisata Water Park Sumenep

Pasca Covid-19, Pengunjung Wisata di Sumenep Masih Belum Maksimal, Perlu Perhatian Pemerintah

LIMADETIK.COM, SUMENEP–  Pengelola tempat wisata di Kabupaten Sumenep keluhkan masih belum maksimalnya kunjungan wisatawan terhadap sejumlah tempat wisata yang ada.

Salah satu keluhan tersebut datangnya dari pengelola wisata water park Kabupaten Sumenep, Moh.Misdiyanto, ia menyebutkan setelah covid melanda negeri ini dua tahun yang lalu, membuat lumpuhnya pariwisata yang ada di Kabupaten ujung pulau madura.

“Kalau sebelum covid, pengunjung di water park Sumenep ini, bisa mencapai 400 lebih, untuk hari hari efektif. Dan untuk hari libur rata rata diatas seribu pengunjung” katanya, Sabtu (4/3/2023) saat ditemui di water park di Desa Kasengan, Kabupaten Sumenep.

Menurut Misdi, setelah covid berakhir, dan pengelola wisata sudah bisa menerima kunjungan wisata 100 persen, berharap para pengunjung wisata kembali meningkat, namun pada kenyataannya masih berjalan di tempat.

“Kita fikir kemarin itu, setelah covid selesai, pengunjung wisata akan kembali normal seperti dulu, tapi nyatanya masih belum begitu menyentuh angka yang semula. Turunnya sampai 70 persen” ungkapnya.

Lambannya grafik kenaikan kunjungan wisata di Sumenep, khususnya wisata water park, Misdi menilai karena faktor perekonomian masyarakat yang hingga saat ini masih belum benar benar stabil karena dampak covid beberapa waktu lalu.

Ia pun berharap, pemerintah lebih peduli lagi terhadap sektor pariwisata yang ada di Kabupaten Sumenep, sehingga kata dia, dengan kembalinya pariwisata seperti 3 tahun yang silam akan mampu mendongkrak kembali perekonomian masyarakat.

“Semoga saja, pemerintah ada terobosan terobosan baru untuk memajukan pariwisata di Kabupaten Sumenep. Sehingga, kedepan kami tidak lagi mengurangi jumlah karyawan atau pekerja yang ada, yang dulunya lebih dari 30 orang saat ini hanya tersisa separuhnya” tukasnya.