https://limadetik.com/

Pastana, Upaya Pemkab Pamekasan Jauhkan Masyarakat dari Bencana dan Covid-19

Penulis: ArifEditor: Wahyu
  • Bagikan
Pastana, Upaya Pemkab Pamekasan Jauhkan Masyarakat dari Bencana dan Covid-19
FOTO: Kegiatan pastana dan antisipasi penyebaran covid-19

PAMEKASAN, Limadetik.com – Pasar Tangguh Bencana (Pastana) sebuah upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Jawa Timur maksimal untuk melindungan masyarakatnya dari segala bentuk bencana, baik bencana alam maupun bencana covid-19 yang hingga saat ini masih belum diketahui kapan berakhirnya.

Langkah ini dinilai sebagai bentuk antisipasi Pemkab Pamekasan terhadap hal yang mengancam keselamatan masyarakatnya. Salah satu usaha yang sedang digalakkan oleh pemerintah daerah berupa peresmian pasar tangguh bencana (pastana). Pastana tersebut merupakan yang ketiga yankni di pasar tradisional Waru Kecamatan Waru.

https://limadetik.com/

Adapun pastana pertama dan kedua sudah diresmikan yakni pasar Kolpajung dan pasar 17 Agustus yang telah diresmikan beberapa waktu lalu.

“Nanti pastana ketiga menyusul di Kecamatan Waru, kita masih menjajaki kemungkinannya karena letaknya yang semrawut. Kita harus mengatur dulu,” ujar Koordinator Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan, Budi Cahyono, Sabtu (11/9/2021).

Budi mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan rencana peresmian pastana lantaran tengah mempersiapkan persoalan teknis yang ada di lapangan. Namun demikian, tidak menutup kemungkinan akan ada pastana kembali setelah peresmian pasar Waru tersebut.

Pastana, Upaya Pemkab Pamekasan Jauhkan Masyarakat dari Bencana dan Covid-19
FOTO: Kegiatan pastana dan antisipasi penyebaran covid-19
Pastana, Upaya Pemkab Pamekasan Jauhkan Masyarakat dari Bencana dan Covid-19
FOTO: Kegiatan vaksinasi di Kabupaten Pamekasan untuk Pastana

“Kami akan koordinasi dengan Disperindag (dinas perindustrian dan perdagangan) juga, Karena program ini berkelanjutan, jadi tidak berhenti sampai di situ” tandasnya.

Lebih panjut Budi mengatakan, pada dasarnya pasar tangguh bencana (pastana) itu bukan terbatas untuk penanganan covid-19 saja. Melainkan segala bentuk bencana masuk dalam program itu guna memberikan edukasi kepada masyarakat tentang kesiagaan menghadapi bencana.

“Kita mau mengedukasi masyarakat, untuk mengetahui resiko-resiko terdampak yang mungkin akan terjadi. Ya sekarang covid-19, tapi bencana itu kan tidak hanya covid-19” ujarnya.

Selebihnya Budi berharap, pedagang atau pengunjung pasar tangguh bencana (pastana) dapat mematuhi protokol kesehatan (prokes). Yakni memakai masker, mencuci tangan sebelum masuk pasar, dan melewati bilik disinfektan di pintu utama pasar.

“Harus tetap mematuhi protokol kesehatan. Sebab hal itu dilakukan untuk memutus penyebaran covid-19” tukasnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan