Pasutri Asal Pulau Raas Sumenep Jadi Korban Tsunami di Palu

Masjid rata dengan tanah akibat gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (29/9).

SUMENEP, Limadetik.com – Gempa bumi dan tsunami yang terjadi di Palu, Sulawesi Tengah pada, Jum’at (28/9/2018) tidak hanya warga setempat yang jadi korban. Dua orang yang merupakan pasangan suami istri (Pasutri) asal Pulau Raas, Sumenep, Jawa Timur, juga jadi korban dan meninggal dunia.

“Kedua korban atas nama Suhairi dan Hamidah, warga Desa Tonduk, Kecamatan Raas. Mereka sedang mencari nafkah di Palu,” kata tokoh masyarakat Kecamatan Raas, Zainul, Selasa (2/10/2018).

Menurutnya, tidak hanya pasutri tersebut yang jadi korban bencana alam. Tetapi warga Raas atas nama Hairus yang bekerja dengan keduanya juga hingga kini masih belum ditemukan. Pada saat kejadian sedang bersama dengan keduanya.

“Informasi yang saya terima, ketiga korban digulung tsunami di tempat yang sama. Tapi baru dua jenazah pasangan suami istri itu yang ditemukan” terangnya.

Pihaknya melanjutkan, awalnya pasutri berhasil keluar dari tempat tinggal saat diguncang gempa. Setelah merasa aman, mereka kembali lagi ke rumah untuk mengambil barang. Tetapi nahas, saat itu juga terjadilah tsunami yang menggulung mereka.

Selain itu, hingga kini masih banyak warga Pulau Raas yang hilang kontak di Palu. Dia mengungkap, ada sekitar 100 orang warga Pulau Raas di Palu. Tetapi sebagian sudah ada yang bisa dihubungi keluarganya.

“Kami berharap warga Raas yang bekerja disana dalam keadaan baik-baik saja,” imbuhnya.

Diketahui, gempa bumi berkekuatan 7,4 SR terjadi di Donggala dan Palu Sulawesi Tengah. Tidak hanya gempa, namun juga disusul dengan terjadinya tsunami. Akibatnya, hampir seribu warga ditemukan meninggal dunia. Sedangkan ratusan warga lainnya masih menjalani perawatan.(hoki/rud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here