Opini

Pentingnya Pendidikan Kewarganegaraan untuk Menangkal Disinformasi di Era Digital

×

Pentingnya Pendidikan Kewarganegaraan untuk Menangkal Disinformasi di Era Digital

Sebarkan artikel ini
Pentingnya Pendidikan Kewarganegaraan untuk Menangkal Disinformasi di Era Digital
Sheryn Denisa Putri

Pentingnya Pendidikan Kewarganegaraan untuk Menangkal Disinformasi di Era Digital

Oleh : Sheryn Denisa Putri
Fakultas : Teknik
Prodi : Pendidikan Teknik Sipil dan Perencanaan
Universitas Negeri Yogyakarta

______________________________

OPINI – Pendidikan Kewarganegaraan adalah mata pelajaran yang bertujuan untuk membekali siswa dengan pemahaman tentang hak dan kewajiban sebagai warga negara, pengetahuan mengenai sistem pemerintahan, hukum, serta nilai-nilai demokrasi. Dalam konteks digital, Pkn juga mencakup pendidikan literasi media untuk membantu siswa mengidentifikasi dan menangani disinformasi.

Di era digital saat ini, disinformasi menyebar dengan cepat melalui media sosial dan platform online lainnya. Generasi muda yang tidak terampil dalam menilai kebenaran informasi berisiko menjadi korban disinformasi yang dapat mempengaruhi sikap dan tindakan mereka dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, banyak di antara mereka tidak menyadari bahwa menyebarkan informasi yang belum diverifikasi dapat memperburuk masalah dan mempercepat penyebaran berita palsu. Akibatnya, informasi yang salah semakin cepat menyebar dan mencemari kualitas informasi yang diterima masyarakat.

Kondisi ini diperparah oleh desain algoritma media sosial yang sering kali memprioritaskan konten sensasional dan viral yang cenderung lebih menarik perhatian pengguna. Hal ini menyebabkan berita palsu mendapatkan lebih banyak eksposur dibandingkan informasi yang akurat dan bermanfaat.

Untuk mengatasi tantangan ini, alih-alih hanya fokus pada teknik verifikasi fakta, siswa dapat dilatih untuk menggunakan alat analisis digital dan teknologi terkini untuk mendeteksi pola penyebaran disinformasi.

Misalnya, mereka dapat belajar cara menggunakan perangkat lunak yang memeriksa keaslian gambar atau video, serta berlatih menggunakan algoritma untuk menganalisis tren informasi di media sosial.

Selain itu, pembelajaran berbasis proyek yang mengharuskan siswa untuk mengembangkan kampanye anti-hoaks atau aplikasi berbasis web untuk memerangi informasi palsu dapat memperkuat keterampilan ini secara praktis.

PKn juga memainkan peran penting dalam mengedukasi siswa tentang dampak sosial dan politik dari penyebaran disinformasi. Melalui pengajaran ini, siswa diajarkan bagaimana disinformasi bisa memengaruhi opini publik, menyebabkan konflik, dan merusak proses demokrasi.

Dengan pemahaman ini, siswa tidak hanya mengetahui tanggung jawab mereka dalam berbagi informasi tetapi juga berperan aktif dalam memastikan bahwa informasi yang beredar di masyarakat adalah benar dan bermanfaat.