Peran PKN Bagi Generasi Muda dalam Menghadapi Tantangan di Indonesia
Oleh : Rina Fitriyani
Prodi: Pendidikan Teknik Sipil dan Pendidikan
Fakultas : Teknik
Universitas Negeri Yogyakarta
_________________________________
OPINI – Berkembangnya teknologi di era modern ini membuat perubahan yang cukup signifikan bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Apalagi kita sebagai generasi muda yang hidup di masa sekarang harus benar-benar memahami betul perubahan yang sedang terjadi. Karena, perubahan tersebut akan membawa ke arah yang positif namun ada pula yang membawa ke arah negatif. Perubahan yang negatif inilah yang akan menjadi tantangan bagi kita.
Nah, tantangan umum yang sering dihadapi generasi muda saat ini ialah ketergantungan terhadap teknologi dan mulai lunturnya nilai-nilai moral dan budaya Pancasila.
Era digitalisasi ini, kita telah disediakan berbagai macam teknologi. Bisa dibilang kita sekarang ‘dimanja’ teknologi. Sangat mudah jika kita ingin mengakses berbagai informasi yang beredar di media sosial. Jika kita tidak cermat dalam membatasi penggunaan tersebut kita akan kecanduan dan itu sangat membahayakan.
Karena pada dasarnya teknologi selain membawa banyak manfaat juga mempunyai dampak negatif khususnya bagi kehidupan sosial. Salah satu dampak negatifnya ialah sekarang ini banyak muncul perundungan atau cyberbulling yang terjadi di media sosial. Hal ini sangat disayangkan, karena ini bukanlah masalah yang kecil. Seseorang yang mengalami perundungan akan terdampak pada fisik dan psikisnya yang akan mengganggu kesehatan mental.
Selain cyberbulliying, di media sosial juga kerap dijadikan platfrom sebagai penyebaran berita palsu atau hoaks oleh oknum-oknum tertentu. Di media sosial tidak mengenal tempat dan waktu, informasi atau berita secara cepat akan menyebar kepada khalayak umum yang itu belum pasti akan kevalidannya. Jika hal tersebut terjadi, dapat memicu keributan dan akan memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.
Selanjutnya, tantangan generasi muda ialah mulai terkikisnya nilai moral dan budaya Pancasila. Hal tersebut ditandai dengan adanya pelanggaran dan tindakan kekerasan yang ada di masyarakat seperti hilangnya rasa hormat kepada orang yang lebih tua, melakukan aksi tawuran, penyalahgunaan narkoba, serta perilaku menyimpang lainnya yang akan menghancurkan sebuah bangsa.
Selain itu, lunturnya budaya gotong royong yang ada di kehidupan masyarakat yang menjadikan individu enggan atau malas berperan aktif dalam kegiatan masyarakat.
Nah, kita sebagai generasi muda yang akan memimpin bangsa ini harus mengetahui solusi agar generasi muda Indonesia terhindar dari ancaman ketergantungan teknologi serta lunturnya nilai moral dan budaya Pancasila.
Dalam hal ini Pendidikan kewarganegaraan dapat menjadi salah satu solusi karena berperan penting untuk memperbaiki moral kebangsaan, membentuk karakter generasi muda Indonesia yang memiliki jiwa nasionalisme. Pembelajaran Pendidikan kewarganegaraan ini di dalamnya mengusung konsep nilai-nilai Pancasila yang akan diterapkan di berbagai aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Selain itu Pendidikan kewarganegaraan menjadi sarana yang dibutuhkan untuk melahirkan generasi muda yang paham akan nilai-nilai dan keterampilan yang diperlukan dalam mengaktualisasikan demokrasi, konstitusi, hak, dan kewajiban serta menumbuhkan rasa tanggung jawab dan selektif untuk menyaring pengaruh dari luar demi kemaslahatan bangsa Indonesia.