LIMADETIK.COM, SAMPANG – Lagi-lagi kekerasan terhadap salah satu anggota LSM yang ada di Kabupaten Sampang oleh oknum anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sampang, Jawa Timur yang mendapat kecaman dari sejumlah kalangan.
Berdasarkan informasi yang diterima Limadetik.com. Aksi dugaan penganiayaan yang di lakukakan oleh salah satu oknum anggota DPRD tersebut bermula, lantaran korban atau LSM itu menyoroti proyek Kelompok Masyarakat (Pokmas) milik oknum salah satu anggota Dewan yang ada di Sampang.
Atas ulah premanisme yang dilakukan oleh oknum anggota Dewan tersebut, akphirnya dapat respon dari berbagai belah pihak.
Tidak hanya tanggapan dari Penasihat PWI Sampang, H. Moh Bahri, SH.M.Hum. tangapan lain juga muncul dari Ketua Lembaga Swadaya Masyaraka (LSM) Pemuda Peduli Desa (PAPEDA) Badrus Soleh Rudin, SH.
BACA JUGA: Dugaan Penganiayaan Terhadap LSM Oleh Oknum Anggota DPRD, Begini Tanggapan Panasihat PWI Sampang
Menurut Badrus, dugaan aksi penganiayaan itu perlu dipertanyakan, dan dikembangkan. Lebih lanjut pemukulan itu dalam hal temuan apa, yang menyebabkan lahirnya gerakan LSM dan wartawan tersebut.
Ia bahkan menandaskan, kalau memang tidak ada hal yang disembunyikan yang menyangkut kekeliruannya atau tidak bersalah, tentunya sebagai anggota Legislatif tidak semestinya melakukan pemukulan.
“Saya bilang oknum DPRD tersebut adalah Cemen, kalau mau sok jago, kenapa tidak ikut kompetisi tinju atau jadi preman di pasar. Jangan jadi tangan panjang masyarakat,” tegas Ketua Papeda tersebut, Rabu (10/8/2022).
Ketua PAPEDA meminta kepada penegak hukum di Wilayah Sampang jangan segan-segan memproses oknum tersebut.
“Saya tekankan kepada penegak hukum yang ada di Wilayah Sampang, segera proses oknum DPRD dimaksud, bila perlu, segera lakukan penangkapan sesuai dengan aturan yang lberlaku,” tambahnya.
Dirinya pula mengajak kepada seluruh teman seperjuangan wartawan dan LSM untuk tidak gentar. LSM bagian dari pengolala aspirasi Masyarakat dalam bidang pembangunan, terutama pada bagian yang sering tidak diperhatikan oleh pemerintah.
“Kejadian ini adalah pukulan kepada kita agar tetap memikul spirit untuk memperjuangkan hak hak masyarakat,” pungkasnya.
Sementara, salah satu oknum DPRD saat dihubungi Awak Media Limdetik.com, masih belum bisa memberikan tanggapan, perihal dugaan aksi penganiayaan yang dilakukan terhadap LSM tersebut.
“Nanti aja Mas, kita duduk bareng dengan teman-teman yang lain, biar searah,” singkatnya.