SUMENEP, Limadetik.com – Viral potongan video di platform sosial media soal aksi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Unija di Depan kantor Pemkab Sumenep 3 Hari yang lalu.
Ada video yang viral di konsumsi Publik seakan aksi PMII Sumenep tidak memberi jalan kepada mobil Ambulance bahkan disebutkan mobil tersebut mutar balik.
Pengurus Cabang (PC) PMII Kabupaten Sumenep, Qudsiyanto angkat bicara perihal video tersebut. Dalam vedio tersebut seolah-olah kader PMII tidak memberi akses jalan kepada khussunya mobil ambulance.
Baca juga: Bupati Achmad Fauzi di Jakarta, Aliansi BEM Gelar Ujuk Rasa di Pemkab Sumenep
“Aksi pada tanggal 1 November di depan pemkab tidak ada niatan untuk menghalangi pengendera motor, mobil dan transportasi lainya,” kata Qudsi kepada Limadetik.com.
Beedasarkan investigasi PC PMII Sumenep tidak ada penghadangan atau tidak memberi akses jalan kepada ambulance. “Karena Bidang Advokasi PC PMII turut mendampingi pada saat itu,” tegasnya.
Kedua, tidak benar jika ambulance itu putar balik. Cek video lengkapnya, jelas sekali tak ada mobil ambulance yang putar balik, justeru diberikan jalan oleh massa aksi.
“Kalau misalnya sampai ada petugas yang turun meminta maksa aksi untuk buka jalan, itu dikarenakan banyak hal, misal karena massa aksi sedang orasi sehingga bising, atau sama-sama fokus pada teatrikal aksinya,” tegasnya.
Baca juga: Gelar Aksi di Depan Kantor Bupati, PMII Sumenep Bakar Ban dan Buka Baju
Oleh sebab itu, Publik jangan hanya melihat kejadian yang digoreng berdasarkan vedio yang telah dipotong.
“Ya, kami sayangkan media-media besar bisa salah informasi. Dimana kredibilitasnya ? Kalau media besar salah informasi begini dan dikonsumsi publik, bahaya negeri ini, mau jadi apa masa depan negeri kita,” lugasnya.
Maka, perlu dilihat secara utuh tidak hanya sepintas. Bahkan, aksi ini sangat mulya bagaimana sahabat-sahabat menyampaikan aspirasi.
“Kami berharap, publik jangan hanya melihat kejadian yang digoreng ini, sehingga PMII tampak buruk. Tapi lihatlah aspirasi mulia dari sahabat-sahabat PMII, yang lahir dari situasi dan kondisi masyarakat Sumenep untuk dibela, tentang kemiskinan dan lainnya. Ini perlu diperhatikan, jangan latah. Sahabat-sahabat PMII tidak minta dipuji oleh publik, tidak. Karena kami melakukan aksi berdasarkan hati nurani. Dipuji silahkan, dihujat silahkan,” pungkasnya.