https://limadetik.com/

Proyek Percontohan Penerapan QRIS Untuk E-Retrebusi Pasar Bondowoso

  • Bagikan
IMG 20200213 WA0051

BONDOWOSO, Limadetik.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso mulai meluncurkan Proyek Percontohan Penerapan QRIS (Quick Response Indonesia Standart) untuk E-Retribusi pasar di Bondowoso, E-retribusi tersebut akan di lakukan dengan menggunakan Mobile M-Banking Bank Jatim, ini untuk memudahakan pembayaran E-Retribusi pasar bagi petugas pasar dan pedagang dengan Scan Kode QR aplikasi yang sudah di sediakan oleh Bank Jatim.

Hadir dalam acara ini Bupati Bondowoso KH Salwa Arifin, Wakil Bupati Bondowoso, H.Irwan Bachtiar, Kepala Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Direktur Bank Jatim, Kepala Bank jatim Bondowoso, Kepala Pasar dan seluruh OPD Bondowoso.

https://limadetik.com/

Bupati Bondowoso melalui Wakil Bupati Bondowoso mengatakan bahwa langkah yang dilakukan oleh Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Bondowoso dengan membuat E-retribusi sangatlah efektif

“Ini sangat efektif bagi pegawai pasar dan para pedagang, karena ini akan lebih mudah dan sederhana untuk mengontrol kinerja dan keuangan dalam Retribusi Pasar, tentunya akan mengurangi penyalahgunaan penarikan retribusi pasar” kata Wabup Irwan, Di Pendopo Bupati, Kamis (13/2/2020).

Menurutnya, pemilihan E-Retribusi ini merupakan pilihan cerdas yang dilakukan oleh Bank Jatim, meskipun hanya pedagang kecil, justru potensi yang besar beredarnya uang yaitu ada di pasar.

Wabup juga berharap Bank Jatim tidak hanya bekerja sama dalam E-Retribusi saja, tapi bekerja sama dengan Diskoperindag untuk membuka kantor kas untuk melayani para pedagang di pasar agar mereka tidak terikak dengan Bank lain.

Kepala Diskoperindag Bondowoso, Sigit Purnomo mengungkapkan bahwa pihaknya akan mererapkan E-Retribusi ini di 16 pasar di Bondowoso.

“Kami akan terapkan di 16 pasar dengan pedagang 5147 orang, kita akan mengoptimalkan penggunaan teknologi digital untuk pembayaran retribusi pasar yang bekerja sama dengan Bank Jatim Bondowoso, dengan penerapan ini maka akan lebih memberikan kontribusi nyata terhadap Pendapatan Asli Daerah” terangnya.

Dilanjutkan, pihaknya terus melakukan upaya-upaya untuk mengoptimalkan penerimaan PAD dari retribusi pasar.

“Dari target Retribusi Pasar di Tahun 2019 adalah sebesar Rp 1.168.000.000 dan sudah terealisasi Rp 1.368.735.000, meskipun target kita sudah terlampaui, namun kita akan terus berupaya untuk mengoptimalkan penerimaan PAD, karena masih banyak potensi sumberdaya pendapatan pasar daerah yang perlu kita gali” tambahnya. (budhi/yd)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan