https://limadetik.com/

Ratusan Perawat Luruk Kantor DPRD Sumenep

  • Bagikan
IMG 20191226 113248

SUMENEP, limadetik.com – Ratusan perawat yang tergabung dalam Forum Perawat Pondok Kesehatan Desa (FP Ponkesdes) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur meluruk kantor DPRD setempat, Kamis (26/12/2019).

Kedatangan mereka dalam rangka menanyakan kejelasan status yang disangdangnya. Pasalnya, sejak awal diakui statusnya tidak jelas.

https://limadetik.com/

Mereka berkumpul di halaman kantor wakil rakyat. Sebagian yang lain dipersilahkan masuk untuk menyampaikan aspirasi kepada para anggota DPRD.

“Status kami sejak awal tidak jelas. Kami produk inovasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang secara kelembagaan di limpahkan ke kabupaten masing-masing,” kata Ketua FP Ponkesdes Jatim Ahmad Iksan usai audensi bersama anggota Komisi IV DPRD Sumenep.

Terdapat sekitar 300 perawat yang ditugaskan di desa-desa yang ada di kabupaten dengan lambang kuda terbang. Mereka selama ini mendapatkan upah yang berasal APBD Sumenep sebesar Rp 1.833.000 per orang.

“Sementara di kabupaten lain di atas Rp 2 juta. Maka dari itu, kami meminta agar mendapatkan upah UMK tertinggi di Jawa Timur, yaitu sebesar Rp 4 juta,” ujarnya

Karena, sambung Iksan, apabila menerapkan sesuai UMK kabupaten, kasian terhadap perawat yang UMK-nya kecil, seperti Bangkalan dan Sampang.

“Kami mintanya itu saja. Kalau status PNS tidak terlalu berharap. Karena itu wawenang pusat,” imbuhnya.

Sementara itu, Sekretaris Komisi IV Moh.Hasan menjelaskan, akan merekomendasikan ke pemerintah daerah. Termasuk pula soal tuntutan kenaikan upah.

“Soal tuntutan mereka ingin upah yang tinggi, tidak ada salahnya selama keuangan kita mampu. Tapi ya setidak-tidaknya UMK,” katanya. (hoki/yd)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan