Ratusan Sumur Mati, Pulau Giliraja Krisis Air Bersih

SUMENEP, limadetik.com – Sejumlah masyarakat di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur mengharapkan segera turun hujan. Pasalnya sejumlah daerah sejak sebulan terakhir mulai krisis air bersih.

Termasuk di Pulau Giliraja, Kecamatan Giligenting. Di pulau yang berada di selatan Kota Sumenep ini sebanyak 118 sumber mata air sudah mati akibat kemarau yang terjadi sejak akhir Juni lalu.

“Ada sekitar 118 sumur di Pulau Gili Raja kering semua. Itu mayoritas ada di Desa Banbaru dan Desa Lombang,” kata warga Pulau Giliraja Sahrul, Selasa (23/10/2018).

Sejak sebulan terakhir, sambung Sahrul warga di pulau yang hanya terdiri dari empat desa itu kesulitan air bersih. Kondisi tersebut merupakan fenomena tahunan, setiap musim kemarau wilayah Gili Raja dipastikan kekurangan air bersih.

“Saat ini hanya ada satu sumur yang bisa diambil airnya, yakni di Desa Jati, itupun tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” ucapnya.

Guna memenuhi kebutuhan air bersih, mayoritas masyarakat Giliraja membeli air bersih. Harganya pun cukup fantastis. Yakni mencapai Rp 350 ribu per mobil pick up.

“Maka dari itu, kami harap persoalan ini mendapat perhatian dari pemerintah daerah. Agar sedikit mengurangi beban masyarakat disini,” harapnya.

Sementara, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep, Rahman Riyadi mengaku belum menerima laporan terkait kekeringan di wilayah Pulau Giliraja. Sedangkan proses untuk menerima pasokan air bersih melalui BPBD itu harus melalui kepala desa setempat, kemudian melakukan laporan ke Camat dan Camat melanjutkan ke BPBD.

“Kalau sudah ada laporan nanti bisa kami proses. Tapi biasanya, untuk wilayah kepulauan kami terkendala trasnportasi,” katanya. (hoki/yd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here