BONDOWOSO, Limadetik.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mencanangkan Desa Budaya di Desa Banyuputih, Kecamatan Wringin Bondowoso, Jawa Timur, Jumat (9/8/2019).
Pencanangan Desa Budaya yang ke 3 kalinya ini dilakukan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) H. Syaifullah, guna melestarikan budaya yang ada di Kabupaten yang berjuluk Republik Kopi.
“Alhamdulillah saya bangga luar biasa, karena saya sudah keliling berapa kabupaten di Indonesia dan menemukan ini di Bondowoso, ini luar biasa,” jelasnya.
Syaifullah berharap Kepala Desa bersama sama dengan Pemerintah Kabupaten serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bisa mendorong kebudayaan yang ada di Bondowoso tetap dipertahankan.
“Semoga kita bersama bisa mempertahankan kebudayaan Bondowoso ini, karena di tengah arus globalisasi dan di tengah pesatnya informasi serta teknologi, baik media massa elektronik ini masih mampu bertahan,” ungkapnya.
Selain itu pihaknya menginginkan kebudayaan yang ada di Desa Banyuputih bisa dieksplor keluar Bondowoso, sehingga nantinya kata Sekda ada pengakuan dari Indonesia khususnya bahkan luar Negeri bahwa di Bondowoso ada budaya yang luar biasa.
“Saya bangga melihat wajah mereka (pemain-red) serius artinya saya optimis kalau ini dipupuk dan kita dorong suatu saat nanti akan mampu mengharumkan nama Bondowoso.
Dijelaskan, di Jakarta ada festival budaya Indonesia. Kepala Dinas Pendidikan supaya bisa mencoba mengontak agar Bondowoso bisa ikut ambil bagian dalam festival budaya Indonesia.
“Saya berharap teman-temen wartawan ikut serta menyebarkan kalau di Bondowoso memang ada budaya seperti ini bagus, ini kan tradisi nenek moyang kita yang berisi budaya Islami,” imbuhnya.
Menurutnya, kemasan Sholawatan dan Macopat sebenarnya isinya manakib.
“Hal ini merupakan sejarah yang harus kita dorong daripada kita kemasukan apa budaya luar yang tidak sesuai dengan kearifan lokal,” katanya.
Diharapkan kepada seluruh masyarakat Bondowoso untuk senantiasa melestarikan budaya.
“Harapan pertama saya ingin mengkaji potensi seni yang luar biasa seperti ini, yang kedua kita duduk bersama dengan penggiat – penggiat seni, kemudian yang ketiga harus ada program dari APBD yang bisa menyentuh langsung kebutuhan dalam meningkatkan seni budaya ini. Jadi saya sepakat dengan Kepala Dinas Pendidikan bahwa kita jangan berputar hanya diretorika ya kita akan buktikan dengan bekerja untuk Bondowoso yang lebih baik,” pungkasnya.
Dari pantauan Limadetik.com, dalam pencanangan tersebut disajikan acara Rokatan Pandebeh (Rumatan Pendowo) dengan iringan Sholawat, Macopat, Hadra, Musik Kentongan, serta Ronjengan (Kotek Lesung). (budhi/yt)