Ruas Jalan Prioritas yang Diperbaiki Bondowoso Tahun 2026, Mulai Prajekan Hingga HOS Cokroaminoto
LIMADETIK.COM, BONDOWOSO – Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui Dinas Binamarga, Sumberdaya Air dan Bina Konstruksi (BSBK) menetapkan sejumlah ruas jalan prioritas yang akan diperbaiki pada tahun 2026.
Penanganan menyasar titik-titik kerusakan terparah yang tersebar di berbagai kecamatan, mulai dari wilayah timur hingga pusat kota.
Kepala Dinas BSBK Bondowoso, Ansori, mengungkapkan secara spesifik beberapa lokasi yang menjadi prioritas dalam program perbaikan tahun ini. Salah satunya berada di Kecamatan Prajekan dan Kecamatan Pujer yang selama ini menjadi perhatian karena kondisi jalannya yang membutuhkan penanganan segera.
Menurutnya ada beberapa lokasi yang menjadi prioritas, di antaranya Kecamatan Prajekan dan Kecamatan Pujer. Selain itu, ruas jalan HOS Cokroaminoto serta Jalan MT Haryono juga termasuk dalam daftar penanganan.
“Seluruhnya merupakan bagian dari program prioritas kami di tingkat kabupaten,” ujar Ansori, saat dihubungi via telpon oleh Limadetik.com, Minggu (5/4/2026).
Selain ruas-ruas tersebut, Ansori menjelaskan bahwa total terdapat 134 titik jalan yang tersebar di seluruh kecamatan di Bondowoso. Panjang total penanganan mencapai 35 kilometer, dengan beberapa ruas memiliki panjang lebih dari satu kilometer hingga dua kilometer, seperti di area Mitra Medika.
Tidak semua titik mendapat perlakuan yang sama. Ansori menekankan bahwa beberapa spot membutuhkan penanganan khusus karena kondisi lapangan yang rawan kerusakan.
“Ada beberapa titik yang memerlukan penanganan khusus, yang disertai perbaikan sistem drainase. Penanganan ini difokuskan secara intensif pada lokasi tersebut karena rentan terhadap kerusakan, khususnya akibat genangan air dan saluran drainase yang tidak berfungsi optimal,” jelasnya.
Dari 134 titik yang direncanakan, tidak semuanya hanya murni proyek jalan. Beberapa di antaranya merupakan paket pekerjaan terpadu yang mencakup perbaikan jalan dengan perbaikan drainase.
Selain itu, terdapat pula program penanganan khusus drainase jalan yang tersebar di lima lokasi. Penentuan lokasi tersebut didasarkan pada skala prioritas dengan mengacu pada database kerusakan terparah yang dimiliki dinas.
“Kami telah menetapkan skala prioritas berdasarkan data yang dihimpun pada tahun 2025, terfokus pada titik-titik dengan kondisi paling parah. Namun, tidak seluruh titik tersebut dapat ditangani sekaligus, pelaksanaannya disesuaikan dengan ketersediaan anggaran yang kami upayakan untuk dimanfaatkan secara maksimal,” tambahnya.
Anggaran yang disiapkan untuk menangani seluruh titik prioritas tersebut bersumber dari APBD Bondowoso dengan nilai mencapai hampir Rp50 miliar.
Pengerjaan infrastruktur tersebut saat ini tengah dalam proses dan ditargetkan dapat berjalan hingga pertengahan tahun, meskipun dinas BSBK masih menunggu perkembangan terkait kemungkinan adanya dukungan tambahan dalam Perubahan APBD nanti.
Di akhir pernyataannya, Ansori berharap masyarakat turut menjaga aset-aset yang telah dibangun. Ia menyadari bahwa tidak semua kegiatan yang dilakukan dinasnya terbaca secara luas oleh publik, padahal sejumlah pekerjaan telah dilaksanakan sepanjang tahun 2025 ini.
“Kami berharap masyarakat turut menjaga aset yang ada. Sejumlah kegiatan tahun 2025 mungkin belum banyak diketahui publik, padahal itu merupakan bagian dari upaya yang telah kami laksanakan,” pungkas Ansori.












