https://limadetik.com/

Subhanallah.! Meninggal 4 Tahun Lalu, Jasad Kyai di Bondowoso Tetap Utuh

  • Bagikan
Subhanallah.! Meninggal 4 Tahun Lalu, Jasad Kyai di Bondowoso Tetap Utuh
FOTO: Pembongkaran makam Kyai di Bondowoso

BONDOWOSO, LimaDetik.Com – Beberapa media sosial dan media chatting WhatsApp ramai memposting video pembongkaran makam seorang kyai di Bondowoso.

Dijelaskan di medsos tersebut meskipun sudah dimakamkan empat tahun lalu. Ternyata jasadnya masih utuh, dan makam yang dibongkar tersebut adalah makam seorang ulama. Yakni KH Baidlawi bin H Abdus Syukur, pendiri Pondok Pesantren Bustanul Ulum, Desa Pekauman, Kecamatan Grujugan, Bondowoso.

https://limadetik.com/

Dari keterangan KH Ali Rohbini salah satu putra almarhum KH Baidlawi. KH Ali Rohbini membenarkan, bahwa makam ayahnya dibongkar, Kamis (25/2/2021) kemarin, dan pembongkaran dilakukan, karena makam almarhum ambruk terkena air hujan.

“Yang ambruk katanya sudah dua hari. Tapi saya baru tahu kemarin, saya diberi tahu salah seorang pekerja di Bustanul Ulum” kata Kyai Ali saat memberi keterangan, Jumat (26/2/2021).

Mendapat laporan, Kyai Ali langsung mengecek ke lokasi.

“Saya berdua sama tukang datang ke lokasi dan benar, terrnyata memang ambruk” tambahnya.

Awalnya kata dia, tanah yang ambruk itu rencananya mau langsung ditimbun tanah baru. Tetapi karena kelihatannya parah, sehingga harus dibongkar dan dikeruk.

“Ketika sampai di bawah, kelihatan jasad beliau. Saya lihat kain kafan yang asli masih utuh. Dan posisinya masih menghadap kiblat” jelasnya.

Namun demikian, kain kafan yang lama warnanya kecoklat-coklatan, karena terkena tanah dan air. Tetapi masih utuh.

Dia membenarkan, jenasah masih utuh seperti baru meninggal. Namun dia tidak berani membuka keseluruhan kain kafan.

“Saya tidak kuat menahan air mata. Maka buru-buru saya bungkus atau dilapisi kain kafan baru. Artinya kain kafan lama sudah layu. Tidak seperti dalam foto-foto” terangnya.

Jenasad memang tidak dibuka secara utuh. Dia memastikan, bahwa tidak ada satu pun ruas atau sendi jenasah yang lepas.

“Tetapi saya mebuka bagian wajah. Agar menyentuh kiblat, sesuai tata cara pemakaman dalam Islam” lanjut kyai tersebut.

Dia mengaku membalik punggungnya saat mengafani, dan bagian kakinya juga ikut terbalik.

“Artinya tak ada ruasan tubuh yang lepas. Itu setelah saya cek sendiri. Dari ujung kaki sampai ujung kepala utuh” tegas Kyai Ali Rohbini yang sekarang jadi pengasuh ponpes tersebut.

Dari keterangan yang berhasil dihimpun, Kyai Baidlawi sekaligus Pendiri Pondok Pesantren Bustanul Ulum Pekauman, Grujugan Bondowoso tersebut, lahir 1942 dan wafat pada Hari Jumat 2 Juni 2017. Bertepatan dengan 7 Ramadhan 1438 H.

(budhi/yd)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan