Jasad Kematian

Oleh: Wahyu Rezaldi Aprilla Isyarat ruh mendengung dalam kesunyian Ragaku bergentihan sudah tak kuat Mulutku sudah tak mampu berbahasa Hanya meraba tanah

Kumpulan 3 Puisi Riskiyatul Hasanah

Sumenep, 7 Februarai 2021 Oleh: Riskiyatul Hasanah 1. Musiman Pernah aku kedinginan Tanpa hujan Tidak setelah hujan Dan bukan musim hujan Hari

Puisi: Secungkil Malu di Bilik Tirai

Puisi Oleh: Herdayanti Meramu pelipis, tertutup tirai. Tertunduk, terbuang serta menepi. Tergulung bersama merahnya meronamu yang tertutup awan. Semerbak padi mengkerut. Berambisi

PUISI: Sampai Senja Usiamu

PUISI: Sampai Senja Usiamu Oleh: Herdayanti Tetap berpijak. Di selang keras bebatuan dunia. Kau kalahkan dengan cahaya. Meski perih, tetap berdiri tegak.

Puisi: Takhrif Cinta

Oleh: Herdayanti Jelas ia.. Ocehan hasrat dari rasaku seterang Izhar… Nadiku seakan lebih memantul.. Tasydid dari tajubul ghunnah… Dia berdengung hanya memanggilmu

Pahlawan Kau adalah Tombak Kemerdekaan

Puisi, Oleh : Abd.Ramdan Saleh Tiga ratus lima puluh tahun lamanya Indonesia di jajah. Di kuras dari kekayaan, kekuasaan hingga keagamaan. Pahlawan

PUISI: Pemerintahan yang Anarkis

Pemerintah yang Anarkis Karya: Herdayanti. Sungguh anarkis. Gelar yang berujung pengharapan rakyat. Mati, berserakan menjadi mistis. Didepan gedung rakyat. Wahai dasi yang

Puisi: Cinta yang Lain

Selasa, 29 September 2020 Karya: Anggun Purnamasari ====== Cinta yang Lain === Iyya,,, Aku yang diam mencintaimu lewat sujudku. Iyya,,,, Menjadikanmu alasan

Puisi: Senja

Minggu, 27 September 2020 Karya: Putri Prisilia Kehadiranmu yang begitu singkat. Menyimpang banyak luka. Lontaran cahayamu membawa kesejukan. Dalam diri sang pemandang.