SUMENEP, limadetik.com – Pemerintah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur pada musim kemarau tahun ini menarget plotting lahan tembakau 21.893 hektar.

“Dari luar lahan itu ditargetkan mampu memproduksi sebanyak 14 ribu ton tembakau dengan perkiraan 600 kuintal per hektar,” terang Kepala Bidang Perkebunan, Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (Dispertahorbun) Sumenep, Abdul Hamid, Sabtu (25/5/2019).

Dengan data tersebut tidak ada perubahan dibandingkan 2018 lalu. Sebab, penetapan itu mengacu pada realisasi tahun sebelumnya. Luas area tersebut diperkirakan membutuhkan bibit tembakau sekitar 547.325.000 batang.

Plotting area tembakau tahun ini sama dengan plotting area 2018,” ucapnya.

Menurutnya, lahan itu tersebar di kecamatan yang ada di daratan. Karena untuk wilayah kepulauan tidak termasuk daerah penghasil tembakau yang sifatnya produksi.

“Di kepulauan tidak masuk, di daratan saja hanya 17 kecamatan, karena dua kecamatan tidak ada, yakni Kecamatan Kalianget dan Kecamatan Kota,” jelas Hamid.

Tidak masuknya plotting area tanaman tembakau di dua kecamatan itu karena unsur tanahnya tidak masuk kriteria yang diinginkan pihak pabrikan.

Dari itu, pihaknya mengimbau agar tidak menanam tembakau di sawah irigasi, tapi sebagian masyarakat melakukannya. Karena kualitasnya akan jauh beda dengan tembakau tegalan dan gunung.

“Konsekwensinya, harganya akan jauh lebih mahal tembakau tegalan atau gunung,” tukasnya. (hoki/dyt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here