https://limadetik.com/

Tangan Diborgol dan Kaki Dirantai di Sel Isolasi, Napi Rutan Sumenep Ini Kembali Kabur

  • Bagikan
IMG20190930104652

SUMENEP, limadetik.com — Kaburnya Matrawi dari Rumah Tahanan (Rutan) Klas IIB Sumenep, Jawa Timur, dicurigai memiliki ilmu mistis. Dia berhasil kabur setelah berhasil merusak borgol, melepas rantai kakinya dan juga membobol dinding sel isolasi.

Pasalnya, warga Desa Batuputih, Kecamatan Batu Putih ini ditempatkan di sel isolasi setelah kabur dan berhasil ditangkap lagi pada Pebruari 2019 lalu.

https://limadetik.com/

Tidak hanya ditempatkan di sel isolasi, pria yang menjalani proses hukuman dalam kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) ini, tangannya menggunakan dua borgol dan kakinya dirantai. Hal itu untuk mengantisipasi tidak kabur lagi.

“Tangannya menggunakan dua borgol. Yang satu berhasil dirusak dan yang satunya dibawa kabur. Sedangkan rantai dan kuncinya, tidak rusak,” kata Kepala Rutan Klas IIB Sumenep, Beni Hidayat, Senin (30/9/2019).

BACA: Rutan Sumenep Kembali Kecolongan, Dua Napi Kabur

Bahkan, untuk menjaga agar dia tidak kabur lagi, pihak Rutan setiap saat melakukan pengawasan dengan ketat. Sebab, berdasarkan catatan Rutan Sumenep, pria 37 Tahun ini sudah tiga kali berhasil kabur.

“Setiap petugas ngontrol, kami wajibkan difoto dan dilaporkan. Karena perlakukan bagi dia (Matrawi) maksimum security,” ujarnya.

Diketahui, pada Minggu (28/9/2019) sekitar Pukul 04.00 WIB Rutan Klas IIB Sumenep kecolongan. Dua napi kabur. Mereka adalah Matrawi dan Abd. Baidi, warga Desa Banaresep, Kecamatan Lenteng. Matrawi merupakan napi kasus Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) dan Abd. Baidi, napi kasus Narkoba.

“Kaburnya Matrawi diduga ada bantuan dari Baidi. Karena sel keduanya bersebelahan,” bebernya.

Matrawi tinggal di sek isolasi kamar 18 dan Baidi nomor 19. Sebab, Matrawi ditempatkan di sel isolasi karena sering kabur dan Baidi terkena penyakit TBC.

Tetapi, sambung Beni, berdasarkan pantauan CCTV kedua napi rupanya mencuri-curi waktu untuk berkomunikasi saat si Baidi keluar masuk untuk berobat. Sehingga terjadi kerjasama untuk kabur bersama.

“Matrawi kita rantai kaki dan tangannya, bagaimana bisa lepas dan kabur ini sedang kami selidiki. Sementara yang kami ketahui keduanya melubangi tembok menggunakan sendok,” tukasnya. (hoki/yt)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan