SUMENEP, limadetik.com – Musibah Kapal Motor (KM) Arin Jaya yang tenggelam di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban.
Berdasarkan data pihak kepolisian, jumlah korban KM Arin Jaya 61 penumpang. Masing-masing 19 orang sudah ditemukan dalam kondisi tak bernyawa, 3 orang masih dinyatakan hilang (sebelumnya data kepolisian menyebut 2) dan 39 orang lainnya selamat.
Baca Juga: Dua Korban Perahu Arin Jaya Kembali Ditemukan, Dua Masih Hilang
Berikut indentitas lengkap korban KM Arin Jaya yang ditemukan meninggal dunia dan hilang:
1. Zahra (29), alamat Gua-gua Kecamatan Ra’as.
2. Hanisah (30), alamat Gua-gua.
3. Adam Albert Jaya (3), alamat Gua-gua.
4. Susi (30), alamat Gua-gua.
5. Idama (26), alamat jalan Biduri
6. Hatija (45)
7. Noer Pajriah (28) alamat Dusun Gua Utara RT 2 RW 1.
8. Ummatun (27), alamat Dusun Gua RT 04 RW 02.
9. Suliha (25)
10. Herlina (41), alamat jalan Kesumanegara, Kelurahan Pulau Laut Utara, Kecamatan Kota Baru Hilir, Kabupaten Kota Baru, Propinsi Kalimantan Timur.
11. Rahawiyah (63)
12. Massama (60)
13. Ratnawati (30), alamat Jl. Kalibaru Barat, Kelurahan Cilincing, Kecamatan Kalibaru, Jakarta Utara.
14. Elin Putri korban Hanisah (2)
15. Wahyu (3)
16. Izah (4)
17. Azam (9)
18. Rehan (5)
19. Putri (16)
Baca Juga: Korban Meninggal Tenggelamnya Perahu Arin Jaya Didominasi Kaum Perempuan
Korban hilang :
1. Zirahtul Ilma (5)
2. Azeri (35)
3. Moh Rizal (6).
“Korban masih dalam upaya pencarian tim gabungan. Sedangkan sebagian korban meninggal sudah dipulangkan tadi malam,” kata Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti, Rabu (19/6/2019).
Baca Juga: Korban Meninggal Tenggelam Perahu Motor Arin Jaya Bertambah
Perahu motor nahas yang berangkat dari Pulau Gua-gua, Kecamatan Ra’as, menuju Pelabuhan Dungkek itu membawa penumpang sebanyak 61 orang, yang terdiri dari anak-anak dan dewasa.
Peristiwa naas ini berawal pada Senin (17/6/2019) sekira Pukul 07.00 WIB perahu Arin Jaya milik Arim, warga Desa Gua-gua, Kecamatan Ra’as berangkat dari pelabuhan Gua-gua, Kecamatan Ra’as menuju Pelabuhan Dungkek. Sesampainya di perairan pertengahan Pulau Sepudi – Pulau Giliyang, perahu terkena ombak besar sehingga terguling kurang lebih 1 jam.
Setelah itu perahu tenggelam. Kemudian beruntung ada 5 perahu nelayan yang menolong dan membawa penumpang ke Pelabuhan Dungkek. (hoki/dyt)