BONDOWOSO, LimaDetik.Com – Bupati Bondowoso KH. Salwa Arifin menandatangani kesepakatan antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso bersama tiga pihak sekaligus, hal ini dilakukan karena potensi pengembangan seiring dengan potensi ekonominya harus tetap dieksplorasi. Untuk tujuan peningkatan ekonomi masyarakat.
Tiga pihak tersebut diantaranya, PT. Nusantara Segar Abadi dengan kerjasama pengembangan komoditi holtikultura Pisang Cavendish berorientasi eksport, PT. Bintang Toedjoe dengan kerja sama pengembangan komoditi biofarmaka jahe merah berorientasi eksport serta Universitas Muhammadiyah Malang dengan kerjasama pendampingan pertanian organik.
Bupati Salwa Arifin, mengatakan, atas nama Pemerintah Kabupaten Bondowoso, pihaknya telah cukup lama mengikuti dinamika pengembangan komoditas Pisang Cavendish.
“Mulai dari Madiun, Blitar, Lampung, Jembrana dan sampai hari ini Bondowoso mendapatkan giliran pengembangan komoditas Pisang Cavendish berorientasi ekspor, yang difasilitasi secara terintegrasi oleh banyak stake holder. Kemenko Perekonomian, Dirjen Bea Cukai dan PT. Nusantara Segar Abadi” kata Bupati dalam sambutannya di Pendopo Bupati, Rabu (24/2/2021).
Pihaknya juga menyambut dengan hangat dan tangan terbuka, dan akan mendorong progres serta menfasilitasi apa yang bisa difasilitasi oleh Pemkab Bondowoso.
“Ujung dari program pengembangan komoditas ini yang dapat kita capai yaitu, peningkatan pendapatan devisa Negara, pendapatan perusahaan dan tentu saja peningkatan pendapatan dan kesuksesan petani mitra menjadi bagian penting yang tidak boleh terlewatkan” lanjut Bupati.
Dikatakan juga, untuk jahe merah adalah komoditas biofarmaka yang asli Nusantara dan khasiatnya bisa disetarakan dengan ginseng Korea.
Karena itu potensi pengembangan seiring dengan potensi ekonominya harus tetap dieksplorasi. Untuk tujuan peningkatan ekonomi masyarakat, peningkatan devisa dan tentu juga perusahaan harus untung.
” Saya berharap dalam proses kerjasama kemitraan nantinya, menjadi simplisia di fasilitas UPT P4TO kita, agar didapatkan nilai tambah yang lebih baik bagi petani mitra kita” terang Bupati lagi.
Sementara Plt Kepala Dinas Pertanian Bondowoso, Hendri Widotono mengatakan bahwa dalam proses kerjasama, pihaknya sudah menyiapkan lokasi di daerah yang lokasinya agak ketinggian dan kultur tanahnya marjinal untuk holtikultura.
“Insya Allah di Bulan Maret akan melakukan tanam perdana pisang cavendish yang nantinya akan dihadiri langsung oleh Dirjen Bea Cukai, Gubernur Jatim, Dirjen PDT, Kemenko serta Direktur Holtikultura Pertanian” kata Hendri pada Limadetik.com.
Untuk jahe merah, kerja sama dengan pemerintah daerah merupakan pendampingan dari PT. Bintang Toedjoe.
“Jadi kalau bibit jahe merah insentifnya mungkin dari Pemkab, nanti akan ada pendampingan dari PT tersebut, kalau sudah panen, jahe merahnya kita olah dan kita keringkan di UPT Dinkes agar tidak mudah jamuran dan bisa lebih awet, baru kita kirim” lanjutnya.
Tampak hadir dalam acara tersebut, Wabup Bondowoso, Sekda Bondowoso, Asisten Deputi Agribisnis Kemenko Perekonimian RI, Pimpinan PT. Nusantara Segar Abadi, Pimpinan PT. Bintang Toedjoe, Rektor Unmuh Malang, Pimpinan BI Wil Jember dan sejumlah undangan lainnya.
(budhi/yd)