TMMD Reguler ke 102 Bersama Dinas Damkar OKU Sosialisasikan Cara Antisipasi Kebakaran

BATURAJA, Limadetik.com  – TMMD reguler ke 102 tahun 2018 Kodim 0403 Ogan Komering Ulu (OKU) melaksanakan pencegahan dan bahaya kebakaran di hadapan masyarakat Desa Belimbing dan sekitar Kecamatan peninjauan, Kabupaten OKU Selasa, (17/7/2018) yang berlangsung di Balai Desa Belimbing.

Dalam kegiatan sosialisasi yang di hadiri sekitar 39 orang warga desa belimbing kali ini pemateri menjelaskan tentang tanggap bahaya kebakaran lingkungan Rumah menyiapkan dua pintu darurat sebagai jalur evakuasi, Alat Proteksi Dini (APAR).

Dalam sambutannya Kepala bidang pencegahan kebakaran Marzuki menjelaskan apabila terjadi kebakaran supaya cepat menelpon kantor pemadam kebakaran yang ada di daerah.

“Kesadaran Masyarakat di Lokasi Kebakaran, Memberi akses jalan Menuju Lokasi Kebakaran, Jangan Parkir Kendaraan secara sembarangan, redam emosi dan jangan Menghambat tugas Pemadaman, husus Penelpon dan Kepala Desa agar tetap berada di lokasi hingga pemadaman selesai” kata Marzuki.

Selain itu Kabid Pencegahan Kebakaran Marzuki menambahkan tentang Perawatan Tabung Alat Pemadam Api Ringan (Apar) Cek apakah terdapat kebocoran pada tabung, Pastikan kondisi fisik manometer, selang, pin, dan tabung dalam kondisi prima, bolak-balikan tabung untuk mengetahui adanya penggumpalan Jauhkan dari paparan sinar matahari dan hujan, bersihkan darl debu untuk menghindari korosi.

Saat dikompirmasi awak media, Kordinator Kapten Infantri Liswandi, Danramil 0403/06 cempaka mengatakan ketika musim kemarau rentan terjadi kebakaran apalagi wilayah desa belimbing yang lokasinya berada di kawasan hutan, ranting-ranting dan dedaunan kering memicu terjadinya kebakaran. Lantaran benda tersebut mudah terbakar. Untuk itu, kepada warga sekitar hutan diberikan sosialisasi pencegahan kebakaran.

“Warga desa belimbing sekitar diharapkan tidak membakar rumput atau daun-daun kering di dekat hutan dengan begitu, kebakaran hutan bisa diantisipasi” ucapnya.

Sebab menurut Kapten Inf Liswandi, Pada saat musim kemarau angin bertiup kencang dan suhu panas paling memicu titik api yang semula kecil menjadi membara, sehingga mengakibatkan kebakaran hutan. Salin itu, bahaya kebakaran juga sering terjadi di areal pemukiman warga, akibat kelalaian dan kecerobohan warga sendiri.

“Kalau terjadi kebakaran, semua pihak ikut rugi, baik masyarakat maupun pemerintah” imbuhnya.

Bagi siapa saja yang mengakibatkan kebakaran hutan, yakni, membakar dedaunan dan ilalang di sekitar hutan hingga menyebabkan kebakaran hutan adalah tindakan melanggar hukum dan dapat dipidanakan. Ini sesuai UU Kehutanan nomor 41 tahun 1999, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara atau denda sebanyak-banyaknya Rp 5 miliar.

“Sebentar lagi sudah masuk musim kemarau, masyarakat perlu diberi pengetahuan  bagaimana cara mencegah agar tidak terjadi kebakaran hutan dan cara mengatasinya,” pungkasnya. (fikri/yd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here