https://limadetik.com/

Tokoh Agama di Sapeken Berharap Pemkab Sumenep Lakukan Survei Pasar di Kepulauan

  • Bagikan
IMG 20200415 133525 scaled
Ust.Syamsul Bahri, tokoh agama Kecamatan Sapeken

SUMENEP, Limadetik.com — Di tengah covid-19 perekonomian masyarakat pada umumnya di Kabupaten Sumenep dan khususnya di kepulauan/Kecamatan Sapeken mulai terasa lesu.

Salah satu tokoh Agama di Kecamatan Sapeken, Ust Syamsul Bahri mengatakan bahwa sejak covid-19 perekonomian masyarakat di Kepulauan mulai lesu yang notabene nelayan sudah tersendat dan pada akhirnya hasil tangkapan nelayan juga dibeli dengan harga yang sangat murah.

https://limadetik.com/

“Masyarakat kita kan mayoritas di kepulauan yang perekonomiannya bergantung pada laut (nelayan). Dan sejak covid-19 ini pelayaran ataupun pengiriman hasil laut baik yang ke Banyuwangi ataupun Bali tidak lancar seperti biasanya” kata Ust.Bahri, Rabu (15/4/2020).

Menurutnya, pemerintah harus menyikapi maslah ini, agar perekonomian di kepulauan sapeken khususnya tidak benar-benar berada diambang kehancuran.

“Pemerintah harus menyikapi ini, sebab jika tidak kami juga khawatir perekonomian masyarakat akan semakin anjlok dan bisa jadi hancur” ujarnya.

Selain itu, lanjut Pimpinan Pondok Pesantren Al-Barkah Pagerungan Kecil, Sapeken ini pemerintah Kabupaten Sumenep juga harus segera melakukan survei pasar dan jika bisa lanjutkan pasar murah untuk sedikit mengangkat ketenangan masyarakat menjelang ramadhan di tengah covid-19.

“Jelang bulan suci ramadhan ini harga kebutuhan pokok juga sudah mulai meroket, tentunya kami berharap pada pemerintah ada upaya survei pasar untuk menekan harga kebutuhan pokok yang sudah mulai melambung. Dan pastinya kita juga berharap ada pasar murah agar beban masyarakat sedikit ringan” terangnya.

Disinggung terkait covid-19 di kepulauan, Ust.Bahri sapaan akrabnya meminta agar kiranya pemerintah kabupaten sumenep bisa menyesuaikan kebutuhan kesehatan di puskesmas.

“Harapan kita untuk perlengkapan kesehatan diharapkan kepada Pemkab Sumenep untuk dapatnya mengirimkan yang sesuai dengan standar, agar pelayanan di tiap puskesmas yang ada benar-benar bisa merata dalam memberikan pelayanan pada masyarakat” pungkasnya. (yd/red)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan