UKW Angkatan ke 24, Begini Kata Ketua PWI Jatim

SURABAYA, Limadetik.com — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur kembali menggelar Uji Kompetensi Wartawan (UKW) angkatan 24 di gedung setempat, Jl Taman Absari no. 17, Surabaya, Sabtu – Minggu (22-23/09/2018).

Organisasi profesi ini memberi kesempatan kepada 41 peserta yang terdiri dari jenjang muda sebanyak 30 orang, 8 orang dari jenjang Madya serta tingkat Utama sebanyak 3 orang.

Mereka merupakan wartawan dari berbagai media yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten/kota se Jatim.

“Kami PWI Jawa Timur menggelar UKW yang ke 24 ini ingin memastikan bagi wartawan – wartawan agar memiliki sertifikasi wartawan, karena itu bagian dari keharusan dewan pers untuk menugaskan untuk memiliki uji kompetensi wartawan,” kata Ketua PWI Jawa Timur, Achmad Munir, usai penutupan, Minggu siang.

Pihaknya menginginkan wartawan di Jawa Timur bisa memiliki sertifikasi semua. Menurut Munir, PWI Jatim merupakan PWI yang paling banyak melahirkan wartawan yang bersertifikasi.

“Selama 24 kali UKW ini sudah ada 1.200 wartawan di Jawa Timur memiliki sertifikasi, jadi di PWI Jawa Timur ini selama 4-5 tahun ini selalu berada di nomor satu,” jelasnya.

Munir mengaku, rata – rata setiap melaksanakan UKW belum pernah ada angkatan yang lulus 100 persen. Pasti ada satu, dua atau tiga orang yang tidak berkompeten. “Hari ini ada tiga wartawan yang belum kompeten,” singkatnya.

Dikatakan, untuk PWI Jawa Timur memang sering mengadakan UKW karena sudah menjadi sistem dan terbiasa, bagi PWI wilayah provinsi lain bukan tidak bisa sesering di Jatim, kesulitannya memang dari memastikan penguji, kemudian masalah biaya dan memastikan tempat.

“Bagi PWI yang lain mungkin sulit, karena pertama harus memastikan penguji, kedua memastikan biaya, yang terakhir memastikan tempat, jadi tidak mudah, tapi bagi PWI Jawa Timur sudah terbiasa, jadi tinggal jalan saja,” jelas Pria kelahiran Sumenep ini.

“Saya lihat ini pesertanya ternyata banyak, dari Pamekasan, Sampang Bojonegoro, Tuban, ada Malang, Jombang, ternyata juga Se-Jawa Timur, selain perwakilan media yang ada di Surabaya, kuota maksimal sebenarnya 56, tapi ternyata kemarin banyak yang tidak hadir,” paparnya.

Selain itu, Munir menerangkan, tahun ini masih bisa loncat untuk mengikuti UKW. Artinya, meski tidak melalui jenjang muda masih bisa ikut langsung ke Madya atau Utama. Tetapi, untuk tahun depan akan diterapkan aturan baru, yakni harus berjenjang.

“Jadi berdasarkan edaran dari dewan pers, harus lulus jenjang muda dulu, baru ke Madya, itupun ada rentang waktunya,” tandasnya.

Diketahui, PWI Jawa Timur menggelar UKW yang ke-24 bekerjasama dengan Bank Mayapada. Adapun tema yang diusung adalah “Menjadikan Wartawan Yang Profesional, Kompeten dan Berintegritas”. (arif/yd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here